PENDIDIKAN MEMBENTUK KARAKTER JATI DIRI BANGSA

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia, Kemajuan pendidikan dan ilmu pengetahuan dengan mobilitas yang akan memunculkan dominasi peradaban tertentu sehingga peran dunia pendidikan akan sangat penting dalam membangun peradaban bangsa yang didasarkan atas jati diri serta karakter bangsa, hal tersebut dikatakan Gubernur Sulawesi Tenggar H. Nur Alam, SE saat membacakan sambutan Menteri pendidikan dan Kebudayaan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional Tingkat Provinsi di Dongkala Kecamatan Kabaena Timur hari ini.

Selain dihadiri Gubernur Sultra, Hardinas di Dongkala turut pula dihadiri Bupati Bombana H. Tafdil, SE,MM, Pj. Bupati Buton Nasruan,Wakil Bupati Bombana Hj. Masyhura, Wakil Bupati Wakatobi, serta tampak pula dijajaran panggung kehormatan Kapolres Bombana, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi M. Damsik.

lebih lanjut dikatakan oleh Menteri Pendidikan dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur Sultra bahwa untuk mempersiapkan generasi emas, dibutuhkan sebuah kebijakan yang sistemik, sehingga bisa terbuka ruang dan akses yang cukup luas bagi masyarakat untuk merasakan pentingnya pendidikan” kita harus membuka ruang dimulai pendidikan anak usia dini hingga ketaraf universitas sehingga tidak terjadi kesenjangan sosial di masyarakat” kata Nur Alam.

Ditempat yang sama, Kadis Pendidikan dan KebudayaanProvinsi M. Damsik mengatakan bahwa sampai saat ini Dinas pendidikan akan melakukan investasi dengan membangun RKB dan laboratorium dengan nilai anggaran sebesar Milyar, selain itu, di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi sudah mengalokasi anggaran peningkatan RSBI se sultra dengan nilai 3  Milyar.

” Perlu juga diketahui, untuk pendidikan formal dan informal se Sultra sekarang ini ada dana dekon yang bersumber dari APBN murni sebesar 200milyar, dan untuk di APBN-P nanti kami akan berusaha mengajukan penambahan dari yang ada sekarang” tambah H. Damsik.

namun ada satu hal menarik pada peringatan Hardiknas di Dongkala, salah seorang penari Lumense mengalami kerasukan saat turut ambil bagian dalam tarian lumense massal yang  di peragakan 660 siswi se kabaena,” ini bukan kali pertama terjadi, namun kejadian ini para leluhur kami mungkin merasa tidak puas karena tarian ini dilakukan terlalu singkat dan seharusnnya menggunakan gendang yang asli dari tarian lumense,” kata arsyad salah seorang warga kabaena.

Komentar