PENERTIBAN PASAR, SATPOL PP AMANKAN SATU MOTOR DINAS

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Ket. Gambar : Motor Dinas yang di amankan pihak Satpol PP Kab. Bombana.

Rumbia. Larangan keras di keluarkan pemerintah daerah bagi para Pegawai Negeri Sipil dan Tenaga Honorer untuk berbelanja di pasar sore yang letaknya dijantung kota kabupaten sebagai bentuk upaya menghentikan aktivitas jual beli dipasar ilegal tersebut terbukti, pasalnua dari Operasi Gabungan yanh digelar tadi sore melibatkan beberapa instansi diantaranya Satpol PP, Dishub Bombana, Disperindagkop, Dinas Kelautan dan Perikanan berhasil mengamankan satu motor dinas milik salah satu instansi.  

Dari informasi yang di berhasil dihimpun, Motor Dinas yang memilik plat motor DT 2000 K diduga milik Dinas Kesehatan tersebut terpaksa diamankan anggota  Satuan Polisi Pamong Praja  Suriadi Suhar, pasalnya saat penertiban dilakukan motor yang digunakan oleh suami pemilik motor dinas sedang  ingin berbelanja di pasar sore. suriadi pun lantas menahan motor beserta STNKnya kemudian mengangkut motor tersebut ke Mobil Truk Satpol PP untuk di bawa ke bagian aset.  

Saat ditanya, Kasatpol PP Kab. Bombana Zunaidi membenarkan hal tersebut, menurutnya tindakan tegas yang diambil anggotanya bagi PNS dan Tenaga  Honorer yang tidak mengindahkan perintah pimpinan untuk tidak turut meramaikan pasar sore tersebut dengan berbelanja hanya melaksanakan perintah pimpinan.

” fatalnya kendaraan tersebut saat disita petugas kami,bukan orang yang seharusnya yang menggunakan, namun dipakai orang lain ( suaminya ) yang  parahnya bukan dalam keadaan dinas ” kata Zunaidi.  

Zunaidi mengurai dinasnya hanya mengamankan dan mengamankan motor dinas yang kedapatan berbelanja dipasar sore kemudian diserahkan ke bagian aset untuk di proses, jika pemilik kendaraan tersebut ingin mengambil kendaraannya, dirinya mempersilahkan  yang bersangkutan agar berhubungan langsung ke bagian sekretariat daerah sebagai penanggung jawab.  

” kami hanya menahan motor setelah itu kami serahkan ke bagian penanggung jawab operasi ini ” tukasnya  

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokoler Setda Bombana Drs. Hasdin Ratta, M. Si yang turut pula pada Operasi tersebut mengatakan bahwa aparatur pemerintah seharusnya memberi contoh bagi masyarakat agar tidak berbelanja disana, sehingga dengan sendirinya kebijakan pemerintah bisa berjalan sesuai yang diinginkan untuk mengurangi transaksi jual beli  di pasar sore tersebut.

” jika transaksi berkurang di pasar sore tersebut, maka dengan sendirinya aktivitas disana akan berhenti ” kata Hasdin.

Hasdin menambahkan seharusnya seluruh aparatur pemerintah mematuhi apa yang menjadi kebijakan yang ditempuh pemerintah, apalagi saat ini pemerintah sedang giat giatnya melakukan penataan dalam ibu kota kabupaten.

” Bupati, Wakil Bupati bersama Sekda ingin agar daerah kita ini lebih elok dari tahun sebelumnya, jika bukan aparatur pemerintah yang memberi contoh, siapa lagi yang harus melakukan itu ” kata alumni STPDN ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *