Perawat Asal Kabaena Bombana Ungguli 1. 335 Peserta di Seleksi CPNS 2018

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia, (Sumber:ZONASULTRA.COM–)
Seorang perawat ahli pertama asal desa Balo, Kecamatan Kabaena Timur, Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Masdan Firdaus berhasil mengungguli 1.335 orang peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) asal Kabupaten Bombana tahun 2018. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang digelar di gedung olahraga (GOR) Bahteramas Kota Kendari sejak 9-10 November 2018 itu, hanya meluluskan 10 orang dari jumlah 132 kuota di daerah itu

Masdan yang bernomor peserta 7407-113-000052 ini berhasil mengungguli seluruh peserta ujian dengan capaian TWK 120, TIU 100, TKP 144 dengan total nilai 364.

Perawat Asal Kabaena Bombana Ungguli 1. 335 Peserta di Seleksi CPNS 2018. Putera kelahiran desa Balo, 21 Januari 1991 ini merupakan salah seorang perawat ahli pertama yang selama ini mengabdi sebagai honorer perawat di Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kabaena Timur. Ia pun menempuh ujian CPNS melalui jalur formasi umum.

” Alhamdulillah, saya bisa meraih angka itu dengan baik. Saya hanya mengikuti seluruh tahapan seleksi berdasarkan aturan yang ada,” kata Masdan di Rumbia, Selasa (13/11/2018).

Kepala Bidang pensiun dan Informasi Aparat, Kantor BKPSDM Bombana, Andi Gusti Galigo menyebutkan bahwa Masdan Firdaus mampu melambung jauh dari standar passing grade yang ditentukan sesuai barometer nasional yakni TWK 75, TIU, 80 dan TKP 143 dengan total 298 yang harus diraih.

” Masdan berhasil melampau standar passing grade yang telah ditentukan dengan capaian nilai 364,” kata Andi Gusti di ruang kerjanya, Selasa (13/11/2018).

Selain Masdan, lanjut dia, ada sembilan orang lainnya dari formasi umum yaitu Sukrianti yang juga berstatus honorer perawat ahli pertama dengan total nilai 340. Kemudian, Muhammad Mafriansyah, perawat ahli pertama berhasil meraih posisi ketiga dengan total nilai 333 lalu, Fitriadin guru Bahasa Inggris ahli petrama dengan perolehan nilai 332. Setelah itu, Isra Aryani perawat ahli pertama yang berhasil mencapai nilai 329.

Kemudian, Eli Nuthana guru IPS ahli pertama yang memperoleh nilai 324. Sri Yuliana perawat ahli pertama dengan capaian nilai 311. Lalu, Sri Yuni Hastika Guru Matematika auli pertama dengan total nilai 309. Asma selaku pranata Laboratorium kesehatan terampil berhasil meraih nilai 306 dan Gusna wati Apoteker ahli pertama penyandang disabilitas hanya mencapai nilai 294, namun ia berhasil unggul pada TWK dengan nilai 100 dan TIU dengan nilai 85 dan rendah pada TKP senilai
109.

Kepala BKPSDM Bombana, Rusman Ijha menyampaikan bahwa dari jumlah 132 kuota yang disiapkan, hanya terdapat 10 orang yang berhasil meraih passing grade. Kata dia, peserta yang lulus yakni 3 orang guru fan 7 orang medis yang salah satunya merupakan penyandang disabilitas

” Peserta yang lulus kali ini belum bisa dinyatakan mutlak. Sebab, masih akan ada tahapan uji standar kompetensi bidang (SKB). Jadi bisa saja gugur ketahapan berikutnya, yang jelasnya semga lulus semua,” tutupnya. (A)

Kontributor : Muhammad Jamil
Editor : Kiki