PESONA WISATA PANTAI HIU DESA MAWAR

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia, Tanjung Hiu, Pesona Mawar Tersembunyi. Kabupaten Bombana memiliki sejumlah tempat wisata pantai yang menyuguhkan berbagai keindahannya. Namun Tanjung Hiu, adalah satu dari sejumlah tempat wisata di Bombana yang menyajikan keunikan.

PANTAI HIU DESA MAWAR

Pantai yang terletak di Dusun Warau Desa Mawar Kecamatan Mataoleo ini tampak berbeda dari pantai pada umumnya. Para pengunjung, akan disuguhkan pemandangan pantai dengan dua wajah. Betapa tidak, pasir putihnya memanjang di dibibir pantai bersebelahan didua sisi. Memandang ke arah barat, garis pantainya menghadap wilayah daratan Lora. Pandangan arah timur, garis pantai menghadap di gugusan kepulauan masaloka raya. Memandang dari dua sisi ini, para pengunjung akan menemukan pemandangan yang elok dan tampak eksotik.

Jika pengunjung bosan menikmati pantai di laut sebelah timur, maka dapat bergeser ke arah belakang yang hanya berjarak 40 meter. Disitu, pengunjung dapat menemukan sudut pandang baru arah barat dengan hamparan pasir putih pada sisi inilah terdapat batu berbentuk badan dan mulut ikan hiu.

“Warga disini sudah lama mengenal pantai ini, dengan sebutan pantai Hiu,”kata Sauba, warga Desa Mawar, saat disambangi penulis di pantai Desa Mawar ini. Pria berkulit coklat ini, mengaku bahwa pantai ini hanya ramai dikunjungi pada saat hari raya lebaran. Atau pada saat saat libur tertentu.

Pengunjungnya, berasal dari berbagai wilayah desa seperti warga Lora. Bahkan, warga pulau Maginti Kabupaten Muna, sering datang menikmati panorama pantai Hiu ini. “Mulai lebaran Idul Fitri kemarin, kami sudah bergotong royong membersihkan pantai ini, melibatkan anak anak sekolah dan warga desa Mawar,”ungkap Sauba, seraya menunjukan tiga buah balai bambu yang dibuat warga dan anak anak sekolah.

Pantai yang menyembunyikan pesona dua wajah ini, dapat diakses dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Dari Ibukota Bombana Kasipute, dapat ditempuh dalam waktu 30 Menit dengan kecepatan rata rata 45 km/jam ke arah Lora, Mataoleo. Kondisi jalan masih memprihatinkan, karena belum disentuh aspal. Hanya pengerasan disejumlah ruasnya. Pemerintah setempat terus melakukan upaya untuk memperbaiki akses transportasi wilayah pesisir Bombana ini.

Setelah menempuh jarak sekitar 17 kilometer, kita temukan tanjung Desa Mawar. Tanjung inilah yang menyembunyikan keelokan dengan panjang garis pantai keliling sekitar dua kilometer. Kepenatan menjalani rutinitas harian, dapat terobati, jika menikmati keindahanPantai Hiu ini. Daratan berpasir yang diapit dua pantai tampak tidak terlalu luas. Namun, sejumlah pohon asam dan pohon kelapa ikut menyuguhkan keteduhan. Apalagi, saat angin sepoi menyapa pengunjung dari dua sisi pantainya yang berapit.

Namun sayang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bombana belum menemukan chemistry tanjung Hiu ini. Karena sampai saat ini, belum ada sentuhan Pemda untuk menarik wisatawan berkunjung ke pantai ini. “Kami dari warga desa akan menjaga pantai ini. Mudah-mudahan pengunjungnya makin banyak,”tutur Sauba seraya membersihkan sejumlah sampah plastik yang terbawa ombak di tanjung ini.

Bagi penikmat Pantai, tak ada salahnya mencoba menikmati pesona pantai berwajah dua ini. Anda hanya akan menemukannya di Desa Mawar Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana, Desa para nelayan.(KAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *