PNS MALAS BIKIN BUPATI BOMBANA KESAL

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. Lontaran nada kekecewaan terhadap ulah sebagian Oknum PNS yang hingga kini masih malas untuk berkantor kembali di ucapkan Bupati Bombana saat menghadiri Upacara Haari Kebangkitan Nasional di Halaman Kantor Bupati beberapa saat lalu, bahkan orang nomor satu di Lingkup Pemerintah Daerah Bombana ini mengaku tidak habis pikir sebab berbagai upaya yang dilakukan pihak Pemkab baik itu berupa pemberian tunjangan maupun Sanksi Penurunan Pangkat hingga Pemecatan tidak banyak membawa perubahan atas prilaku PNS tersebut.

“ saya tidak habis pikir dengan cara apa lagi sehingga mereka ini mau melaksanakan kewajiban mereka dengan benar sebagai abdi Negara “ kata Bupati Bombana H. tafdil, SE. MM sebelum membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika.

Dirinya pun kembali menegaskan agar hal ini harus mendapat perhatian yang cukup ekstra dari kepala SPKD, bayangkan saja menurutnya upacara yang dilaksanakan hanya sebulan sekali para Oknum PNS ini enggan untuk menghadirinya bagaimana dengan tugas dan rutinitas mereka sehari – hari yang menuntut mereka untuk hadir setiap harinya.

“ saya inginkan agar seluruh kepala SKPD mendata mereka – mereka yang enggan masuk kantor karena jika hal ini di biarkan terus maka dampaknya akan sangat merugikan buat kita semua “ ujar Bupati dengan nada kesal.

Seperti diketahui dari pantau author website ini, pantas saja jika Bupati Bombana melontarkan kekesalannya, pasalnya banyaknya masyarakat uang ingin menjadi PNS ditambah lagi banyaknya jumlah PNS yang berada di setiap Instansi yang ada di SKPD, namun dari jumlah PNS yang menghadiri  upacara Harkitnas tidak mencapai 50 persen dari jumlah PNS yang berada dalam wilayah ibu kota.

“ pandai – pandailah bersyukur karena untuk menjadi seorang PNS tidak semudah membalikkan telapak tangan, banyak orang yang ingin menjadi PNS jadi jangan setelah menjadi PNS malah seenaknya saja, menjadi PNS itu banyak aturan yang harus di ikuti karena kita di gaji dari uang rakyat “ kata H. Tafdil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *