PNS MALAS DIBERI WARNING

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Ket. Gambar : Dr. Ir. H. Rustam Supendy, M. Si Sekretaris Daerah Kab. Bombana, ( Foto : Herry ).

Rumbia, Pegawai negeri sipil (PNS) yang jarang masuk kantor harus mengubah kebiasaan buruknya itu. Sebab, sekretaris daerah (Sekda) Bombana, Dr. Ir. H. Rustam Supendy, mulai memberikan warning berupa pemecatan bagi PNS yang malas.

Menurut doktor ilmu manajemen yang menyelesaikan studynya di Universitas Brawijaya Malang ini menuturkan, sanksi pemecatan itu menjadi hukuman terberat yang akan diberikan, jika PNS yang malas sudah berkali-kali diberi peringatan, baik itu lisan, tertulis, penundaan kepangkatan hingga penundaan gaji berkala.

H. Rustam menambahkan, khusus di sekretariat daerah, pihaknya banyak menemukan PNS yang malas berkantor. Jumlahnya sekitar 20-an orang.

“Mereka bukannya tidak pernah masuk kantor, tetapi masuk kantor tidak sesuai jam kerja. Ada yang datang setelah usai apel dan pulang sebelum jam kantor berakhir. Inikan masuk kategori malas dan dinyatakan alpa,” katanya.

Temuan tersebut tidak didiamkan begitu saja oleh Sekda Bombana. Mereka yang malas sudah diberi tindakan berupa penundaan realisasi gaji. Langkah tersebut ditempuh, agar PNS yang malas itu bisa memberikan alasan mengapa hingga mereka jarang masuk kantor tepat waktu.

“Kalau diundang pasti tidak semuanya datang. Kalau gajinya ditunda, pasti mereka datang bertanya. Dari sini baru saya bertemu dan menanyakan mengapa hingga mereka malas. Insya Allah pekan ini saya bertemu dengan mereka (staf setda yang malas),” sambungnya.

Pegawai yang malas berkantor kebanyakan merupakan mantan pejabat yang menjadi pegawai yang dinyatakan malas itu, menduduki jabatan kepala dinas atau badan, sekretaris dinas hingga kepala bidang dan bagian.

Komentar