POLEMIK KURIKULUM 2013 , DISDIKPORA BOMBANA TUNGGU KEBIJAKAN PUSAT

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. Kebijakan Pemerintah Pusat untuk mengkaji ulang program Kurikulum 2013 ( k-13 ) yang memunculkan pro dan kontrak dikalangan pakar pendidikan ternyata berbias hingga di Kabupaten Bombana, pasalnya Kurikulum yang berbasis dengan menggabungkan mata pelajaran menjadi satu tersebut  telah diterapkan sejumlah sekolah yang ada di Bombana.

Salah seorang pengawas sekolah di lingkup Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga ( Disdikpora ) Bombana Husuri, S.Pd saat ditemui baru – baru ini menuturkan bahwa hingga saat ini tercatat sejumlah sekolah telah menerapkan kurikulum baru tersebut baik di tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.

“  sudah ada beberapa sekolah yang menerapkan K 13 ini walaupun pada prinsipnya masih dalam tahap uji coba “ kata Husuri.

Husuri mengakui K 13 yang saat ini memang memiliki kerumitan tersendiri khususnya dalam proses penilaian, karena proses pemberian nilai bagi murid yang selama ini di gunakan saat jauh berbeda, terlebih lagi masih banyak guru yang belum memahami metode dari kurikulum baru tersebut.

“ kalau secara umum sebenarnya penerapan K 13 ini seharusnya di implementasikan dulu ke guru – guru agar di pahami secara menyeluruh sehingga ketika materi ini di sajikan, siswa bisa dengan mudah memahaminya “ kata Husuri.

Dari informasi yang di peroleh, di Bombana sendiri terdapat beberapa sekolah yang menerapkan kurikulum penggati kurikulum 2006 yang selama ini telah diterapkan, untuk tingkat SD yang menerapkan antara lain SDN 1 Kasipute, SDN 2 kasipute, SDN 3 KAsupute dan SDN Doule, sedangkan untuk tingkatan SMP diantaranya SMP 1 Poleang, SMP 1 Rarowatu dan SMP 1 Kabaaena Timur.

“ kalau untuk SMA hanya SMA 1 Poleang yang menerapkan kurikulum ini, itupun sampai saat ini progres dari penerapan kurikulum ini belum begitu signifikan “ kata Husuri.

Terpisah, Sekretaris Disdikpora Bombana Abd.Rauf yang di temui di ruang kerjanya mengatakan pihaknya hanya menunggu  keputusan pemerintah pusat dalam menentukan arah dari kurikulum ini apakah tetap dilanjut atau dihentikan, namun saat ini dirinya mengakui untuk sekolah – sekolah di Bombana yang telah menerapkan kurikulum ini kemungkinan tetap akan dilaksanakan sampai menunggu keputusan pemerintah pusat.

“  Memang jika ingin mengakui secara jujur program ini untuk diterapkan di seluruh sekolah yang ada di Bombana memerlukan evaluasi yang cukup panjang, makanya baru beberapa sekolah saja kurikulum ini coba kita terapkan sedangkan sekolah lain masih menggunakan kurikulum lama “ kata Abd. Rauf.

” apalagi metode tematik jika tidak dipahami secara menyeluruh oleh guru maka sudah pasti dalam mengajar murid pasti akan kesulitan, begitu pula siswa sendiri pasti akan kebingungan “ sambungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *