PROFIL DESA WATULAMBURI

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten dalam menyelaraskan pembangunan antara Kota dan Desa telah membuat wajah Desa Watulamburi mengalami perubahan yang sangat drastis.


Memang cukup sulit untuk melihat keunggulan pesatnya pembangunan di Desa ini, Sebagai salah satu desa yang berada di Pulau Masaloka, diperlukan akses yang lebih jika ingin menuju Desa yang saat ini di pimpin oleh La Zuna, pasalnya untuk menuju ke Desa Watulamburi akses yang menjadi satu – satunya pilihan hanya menggunakan kapal Reguler.

Kepala Desa Watulamburi menceritakan, sejak awal, desa yang di kelilingi lautan ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah, hal tersebut bisa di lihat ketika masih terbelakangnya proses pembangunan yang di alami Desa yang mayoritas penduduknya beragama Muslim ini.

“ Bisa di bayangkan pak, dulu jalan desa kami untuk mengakses desa lainnya di Pulau Masaloka sangat susah karena medannya yang cukup sulit untuk di lalui apalagi kalau musim hujan “ kata La Zuna saat menyusuri Jalan Desa bersama Pewarta Majalah ini.

Lebih jauh Pria paruh baya ini menjelaskan, dirinya tidak memungkiri, sejak terbentuknya Kabupaten Bombana Desa Watulamburi secara geografis Desa watulamburi  bukanlah suatu daerah yang masuk dalam prioritaskan pembangunan kala itu, sulitnya akses ke daerah tersebut, sudah barang tentu menjadi salah satu alasan pihak pemerintah karena akan  membutuhkan biaya yang lebih besar, sehingga keinginan masyarakat yang menginginkan sentuhan pemerataan pembangunan dari pemerintah yang tidak tersahuti seolah telah membuat daerah ini terkesan terbelakang di banding desa lain yang ada di daratan.

“ Dulu kami sudah mengajukan bahkan menemui langsung pimpinan daerah agar masaloka diperhatikan, namun kenyataannya sangat jauh dari harapan kami “ papar La zuna.

“ Saya tidak perlu menceritakan pak, karena jika bapak melihat sekarang ini, maka di pasti muncul di pikiran bapak bagaimana besarnya keinginan masyarakat Desa kami untuk mencicipi pembangunan “ kata La Zuna.

Saat Pewarta menyambangi Desa yang berpenghuni lebih dari 500 jiwa ini, apa yang di utarakan oleh La Zuna cukup beralasan, sulitnya medan yang harus dilalui untuk mencapai daerah ini memang membutuhkan perhatian ekstra dari pihak pemerintah, namun sejak digelontorkannya Alokasi Dana Gembira Dua tahun terakhir ini, satu dari lima desa yang berada di Kecamatan Masaloka sudah menampakkan perubahan yang sangat drastis.

Dari penuturan Kepala Desa Watulamburi ini, di tahun 2012 lalu, alokasi Anggaran Gembira yang terima sebesar 350 juta pertahun secara keseluruhan sudah di gunakan langsung dengan program – program yang bersentuhan dengan masyarakat, khususnya yang berupa pembangunan sarana infrastruktur.

“ Tahun  2012 lalu di desa kami ini alokasi anggarannya kita peruntukkan untuk pembangunan talud, Balai Desa dan sarana lainnya “ ungkapnya.

Ada satu yang cengangkan akan pengelolaan Dana Gembira di Desa ini, selain metode pengelolaannya yang melibatkan langsung keikutsertaan masyarakat dan aparat desa lainnya ( BPD ), pembangunan talud yang awalnya pembuatan Talud yang rencananya hanya 75 meter yang menghabiskan anggaran 150 juta, ternyata talud tersebut bisa di kerjakan sepanjang 115 meter dengan jumlah mata anggaran yang sama.

“ Itu kita kerjakan bersama masyarakat, mengenai kenapa lebih karena kami menggunakan dana itu sesuai peruntukkannya, kami yang akan gunakan talud itu maka kami juga harus bersungguh – sungguh dalam mengerjakan dengan mengefisienkan anggaran yang ada “ kata La zuna.

Bukan hanya itu, pembangunan Balai Desa serta rehabiltasi kantor juga tidak luput dari alokasi anggaran tersebut, terbukti dengan layaknya kedua bangunan tersebut, pelayanan pemerintah kini bisa berjalan normal, serta tidak digunakannya lagi rumah warga sebgai tempat pertemuan.

“ Untuk tahun 2013 ini, sementara yang sudah terbangun posyandu, lanjutan pembangunan talud sepanjang 80 meter dan perbaikan sarana rumah ibadah lainnya “ kata la zuna.

“ Insentif bagi pelayan desa seperti Imam Masjid, Guru Mengaji, bidan Desa dan Dukun Bersalin semua kita serahkan sesuai porsi yang tercantum dalam anggaran kami “ tambahnya sembari mempersilahkan kepada pewarta untuk mengecek di masyarakat informasi yang di berikan.

Di Tempat lain, saat pewarta menemui ketua Badan Pembangunan Desa ( BPD ) Desa Watulamburi Hasanuddin di kediamannya, pria satu ini membenarkan apa yang telah di utarakan La Zuna (Kades ), memang kata dia, untuk di Desa Watulamburi pelaksanaan program pembangunan melalui Alokasi Gembira Desa memang sangat dirasakan masyarakat, khususnya untuk Talud, karena desanya yang berhadapan langsung dengan laut, pembangunan talud tersebut sudah memberi sedikit rasa nyaman bagi warga sekitar.

“ Dengan talud ini, jika pasang naik, kami sudah tidak terlalu kuatir lagi air laut naik di darat dan tidak menyebabkan abrasi pantai, apalagi posyandu pak, dulu masyarakat disini jika ingin mengimunisasi anaknya, kadang tempatnya berpindah – pindah karena di laksanakan di bawah kolong rumah warga, jika sekarang sudah terpusat dengan adanya posyandu ini  “ kata Hasanuddin.

Hasanuddin menambahkan, selaku Ketua BPD desa Watulamburi yang punya fungsi pengawasan atas pelaksanaan program – program di Desa, dirinya cukup kagum dengan pelaksanaan program gembira di Desanya, hal tersebut tidak lain, dikarena adanya keterbukaan dalam pengelolaan keuangan dan keterlibatan langsung masyarakat dalam program itu.

“ Sama insentif pak, semua sudah di serahkan kepada yang berhak termasuk dirinya “ ujar Hasanuddin sambil senyum – senyum.

Komentar