PROFIL KELURAHAN TAUBONTO

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Dari beberapa kelurahan yang ada di wilayah Kabupaten Bombana, Kelurahan yang satu ini memiliki kelebihan tersendiri, betapa tidak, Kelurahan  ini menyimpan berbagai situs budaya masa silam yang masih tersimpan tentang suku tertua di Sulawesi Tenggara.

Lurah Taubonto

Kelurahan Taubonto yang merupakan Pusat Pemerintahan Kerajaan Moronene dimasa lalu memiliki luas wilayah 27, 08 Km² saat ini di diami 1396 jiwa dengan Jumlah 326 Kepala Keluarga, yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani sawah.

Akses menuju Kelurahan Taubonto yang merupakan ibu Kota Kecamatan Rarowatu cukuplah mudah, hanya berjarak 17 Km dari pusat Pemerintahan Kabupaten dengan waktu tempuh 15 menit, kita sudah bisa sampai di Kelurahan yang masih memegang teguh adat istiadat etnis Moronene,

Meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan masyarakat yang bermukim di Kelurahan Taubonto secara tidak langsung telah memacu kesadaran masyarakat untuk turut berperan aktif dalam sentral pembangunan, baik itu yang dilaksanakan secara swadaya maupun yang dilaksanakan pemerintah daerah melalui berbagai macam program pembangunan saat ini, meskipun demikian masyarakat di daerah tersebut masih menggantungkan mata pencaharian mereka dari sektor pertanian, ketersediaan lahan pertanian di daerah tersebut merupakan salah satu faktor yang mendorong kemajemukan pemilihan pemenuhan ekonomi masyarakat.

Secara spesifik, perhatian pemerintah daerah akan pembangunan infrastruktur di Kelurahan Taubonto memang cukup terasa, hal tersebut cukup beralasan karena selain merupakan ibu Kota Kecamatan Rarowatu, dengan adanya cagar budaya yang wajib di lestarikan merupakan salah satu alasan pihak pemerintah daerah terus menggenjot pembangunan di Kelurahan Taubonto, misalnya saja tahun ini melalui alokasi anggaran Gembira, direncanakan di tempat tersebut akan di bangun kantor kelurahan yang baru sebagai pusat pelayanan masyarakat.

Sebagai gambaran umum, Kelurahan yang saat ini di Pimpin Alfian Pimpie, SH menyimpan potensi sumber daya alam yang sangat melimpah, karena di daerah yang dulu menjadi saksi kejayaan Suku Morenene dimasa lampau ternyata memiliki cadangan Devisa bagi daerah ini, selain hasil pertanian yang merupakan komoditi tetap masyarakat yang bermukim di Kelurahan tersebut daerah ini juga memiliki cadangan emas.

Lurah Taubonto Alfian Pimpie, SH yang tahun lalu di nobatkan sebagai Mokole dengan gelar Pauno Rumbia VII saat ditemui menuturkan bahwa di Kelurahan Taubonto saat ini masih banyak peninggalan budaya yang harus dilestarikan, salah satunya di daerah tersebut masih terdapat Rumah Adat, makam Raja – Raja dan Istana Kerajaan, walaupun saat ini yang bisa di saksikan hanya pondasi dari istana tersebut disebabkan karena ulah gerombolan waktu itu membakar istana, namun keberadaan kedua situs tersebut sudah cukup mewakili bahwa di Kelurahan Taubonto pernah berdiri suatu kerajaan dengan kejayaannya.

“ saya rencananya berkeinginan kembali membangun istana kerajaan tersebut, makanya saat ini saya intens berkomunikasi dengan tokoh masyarakat dan pemerintah, tujuannya agar budaya yang merupakan titipan para leluhur tidak punah, dan ini harus menjadi perhatian kita semua “ papar Alfian Pimpie. ( Her).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *