PROGRAM DEMOSTRASI FARMING PADI AKAN TERUS DILANJUTKAN

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Ket. Gambar : Kepala BP4K Kab. Bombana Sumpeno, SKM, MM,Kes

Rumbia, Salah satu strategi untuk mencapai surplus beras sebesar 10 juta ton tahun 2014 yang sudah dicanangkan  kementerian Pertanian,BP4K Kabupaten Bombana akan secara total melakukan pendampingan kepada petani khususnya di lahan swadaya murni untuk mencapai peningkatan  kualitas hasil produksi serta optimalisasi lahan.  

Untuk Kabupaten Bombana Kata hasan Madjid, ditahun 2012 lalu pemerintah pusat melalui kemeterian pertanian sudah mengalokasikan lahan seluas 17ha  yang tersebar di 4 kecamatan, yang hingga  kini proses proses pendampingan  lahan yang di kelolah kelompok tani tersebut masih terus dilakukan sebagai salah satu upaya  pemerintah daerah dalam turut serta mengsukseskan program pemerintah pusat.  

” kita terus melakukan pembiminagan dengan metode demostrasi farming padi ” kata Kepala Bidang di BP4K  bombana  ini.  

Demostrasi Farming  ungkap Hasan madjid merupakan metode penyuluhan lapangan untuk mempelihatkan secara nyata  bagaimana  cara dan hasil penerapan suatu inovasi tekhnologi yang lebih menguntungkan petani dalam mengelolah lahan yang mereka miliki.

” target kami dengan metode ini ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengapilkasikan teknologi yang bisa meningkatkan produtivitas mereka ” tukas Hasan Madjid.  

Sementara  itu Kepala BP4K Kab. Bombana Sumpeno,SKM.,MM.Kes mengurai saat ini yang paling dibutuhkan masyarakat bukan hanya  bantuan dari pihak pemerintah melalui berbagai macam program,  namun menurut sumpeno memberikan pemahaman tentang pengelolaan lahan hingga  mencapai hasil yang memuaskan tidak kalah pentingnya.  

Lanjut, sumpeno menjelaskan metode demostrasi farming padi bukan hanya bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, karena dengan penerapan metode ini kinerja penyuluh bisa lebih ditingkatkan dalam melakukan pengawalan dan pendampingan Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN). ” program ini sejalan dengan apa yang diprogram pak Bupati untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat” kata Sumpeno.

Yang terutama dari metode ini ungkap sumpeno, bagaimana petani bisa Menumbuhkan keswadayaan dan kemampuan agribisnis petani serta mendorong kegiatan demfarm menjadi gerakan nasional dalam upaya meningkatkan produksi  dan produktivitas padi sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Untuk diketahui, ditahun 2012 pemerintah pusat sudah  mengalokasikan 17 ha lahan dalam rangka mendukung program surplus 10 juta  ton hingga tahun 2014 yang dii kelolah oleh petani yang terletak di empat kecamatan antara lain  di 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Rumbia, Lantarijaya,Rarowatu dan Poleang Utara. Dimana setiap Desa/Kelurahan sebagai  tempat pembelajaran Kelompok Tani.

” tahun ini kita juga akan meneruskan program ini ” kata Sumpeno.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *