PROGRAM RUMAH MURAH FEDERASI BURUH DIPERTANYAKAN

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia, Munculnya program kepemilikan rumah bagi masyarakat di Kelurahan Kastarib membuat Kepala Kantor Kelurahan Kastarib Kecamatan Poleang Bingung dan serba salah  hingga menyebabkan dirinya sampai saat ini masih enggan menandatangi formulir yang sudah di ambil warganya dari pelaksana program yang mengatasnamakan Federasi Buruh.  

Lurah Kastrib Abdul Rasyid M yang ditemui author website pemkab beralasan keengganan dirinya membubuhkan tanda tangan kepemilikan rumah di formulir tersebut, pasalnya pihak pelaksana yakni Federasi Buruh tidak memiliki alamat yang jelas dan belum pernah berkoordinasi dengan pihak pemerintah daerah.sehingga dirinya menduga ada yang tidak sesuai mekanisme dengan kepemilikan rumah tersebut.  

” mereka hanya menemui masyarakat, jangankan saya, camat saja belum mereka temui untuk melaporkan kegiatannya ” kata Abd. Rasyid.  

Abdul Rasyid menceritakan modus yang digunakan dengan mengatasnamakan Federasi Buruh tersebut rencananya akan membangun 1500 unit rumah dan  mengiming imingi masyarakat rumah dengan ukuran 7×6 meter yang diangsur selama lima belas tahun dengan cicilan perbulannya sebesar Dus Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah, namun sebelumnya lanjut Rasyid masyarakat diwajibkan mengisi formulir yang diserahkan oleh mereka ( Federasi Buruh ) dengan membebani masyarakat sebesar lima puluh ribu rupiah sebagai biaya administrasi. namun anehnya Program tersebut tidak diketahui instansi terkait di bombana.  

” saya sudah berbicara dengan Kepala Kantor Perumahan Bombana dan mengaku tidak mengetahui program itu, dan informasinya dari masyarakat angsurannya akan dibayar jika rumah sudah ditempati ” ungkapnya.    

Untuk di Kelurahan Kastarib saja Menurut Rasyid sudah kurang lebih dua ratusan masyarakat yang mengambil formulir tersebut sehingga masyarakat sudah sering bolak balik menemui dirinya untuk meminta tanda tangannya, dirinya juga mengakui sempat mendapat telpon dari jakarta yang mengaku sebagai salah seorang pengurus Federasi Buruh, orang yang tidak ingin menyebutkan namanya tersebut meminta dirinya hanya bertanda tangan masalah kepemilikan tanah warga sesuai yang tertera di formulir, namun lagi lagi Rasyid enggan untuk bertanda tangan sebelum semuanya jelas.  

” bukan saya tidak mau tanda tangan, coba bayangkan program ini tidak diketahui Kantor Perumahan Bombana, jangan sampai saya tanda tangan kemudian muncul masalah dibelakang hari otomatis saya juga disalahkan ” kata Abdul Rasyid.  

” saya harap masyarakat juga berhati hati terkait program seperti ini, kalau bisa konsultasikan dulu dengan pemerintah daerah, kami ini pelayan masyarakat dan kami akan memberikan informasi yang sebenarnya ” tambahnya.

Komentar