PT. IMJ LAKSANAKAN ANDAL

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia, dikeluarkannya penghentian ijin ekspor hasil tambang oleh pihak Kementerian ESDM, ternyata tidak menyurutkan niat para investor untuk melakukan investasi di wilayah Bombana khususnya Kabaena yang sangat di kenal dengan potensi nikel yang di miliki, hal tesebut terungkap saat PT. Internasional Mining Jaya melakukan Sidang Analisis Dampak Lingkungan ( ANDAL ) di gedung Dekranasda Baru – baru ini ( 24/7).  

saat ditemui, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kab. Bombana Dr. Abdi  mengatakan bahwa sidang AnalisisDampak Lingkungan ( ANDAL ) terhadap PT. IMJ sudah sesuai prosedur dan memang sudah masuk tahapan Amdal,  pasalnya kata Abdi sudah sejak dulu dokumen yang diajukan oleh pihak IMJ sudah banyak mendapat kritikan dari tim tekhnis yang memahami bidangnya terkait di bidang yang memiliki keterkaitan dengan pertambangan.  

Abdi pun berharap dari hasil ANDAL ini pihak IMJ sendiri segera membuat perbaikan dokumennya, sehingga Dokumen SKKL dan ijin Lingkungannya bisa segera di terbitkan.  

“perbaikan itu tergantung tim konsultannya,,kami sisa menunggu perbaikan dokumen Amdal IMJ sesuai hasil sidang Hari ini ” kata abdi.    

Lebih lanjut terang Abdi, PT. Internasional Mining Jaya sendiri yang memiliki Kawasan Pertambangan di Kabaena Tengah sudah melakukan sosialisasi terkait keberadaannya yang ingin melakukan aktivitas pertambangan di daerah tersebut, Abdi menjelaskan bahwa sosialisasi merupakan satu rangkaian terpenting dari tahapan eksplorasi yang harus  di lakukan pihak perusahaan.

” usai sidang amdal ini, tim konsultan dan pihak IMJ sendiri akan melakukan sosialisasi kembali di masyarakat ” Ungkap Abdi.  

Sementara itu, Humas PT. IMJ Rahmat Apiti mengatakan bahwa segala bentuk yang bisa di timbulkan kala pihak IMJ melajukan aktivitas pertambangan di kabaena sudah dipikirkan tim manajemen, bahkan menurut rahmat pihaknya  pula sudah berkoordinasi dengan masyarakat pemilik lahan terkait royalti perusahaan kepada masyarakat.  

” besaran royaltinya masih kami pertimbangankan, karena menunggu dulu dari pengajuan masyarakat sendiri ” terang Rahmat.  

Dikatakan pula Anggota Panwas bombana yang baru terpilih ini bahwa luas area IUP yang di miliki IMJ kurang lebih  2000 Ha, yang mana kata rahmat sampai saat ini belum ada kepastian terkait kandungan dari unsur tambang area yang di miliki oleh IMJ sendiri.

Terkait dampak lingkungan yang banyak dikeluhkan masyarakat khususnya yang ada di dekat lokasi area pertambangan, rahmat dengan tegas mengatakan hal yang selama ini menjadi problem di sana adalah sumber air, manajemen  IMJ sendiri sudah diwanti wanti untuk tidak mengganggu sumber air tersebut.

“sangat tidak mungkin kami mengganggu sumber kehidupan masyarakat karena kami sendiri juga akan menggunakan sumber air itu untuk keperluan sehari hari kami” kata Rahmat

Komentar