RAKADUA NIKMATI PROGRAM GEMBIRA

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Alokasi Dana Gembira Desa yang di gelontorkan oleh Pemerintah Kabupaten Bombana yang banyak menjadi keraguan berbagai pihak ternyata dalam pelaksanaannya, langkah ini dapat membentangkan kesempatan yang luas bagi masyarakat, terutama orang miskin, untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan desa. Keraguan yang ada sebelumnya di mana warga masyarakat dan pemerintah desa/ kelurahan tidak mampu membuat perencanaan penganggaran yang berkualitas dan dapat diimplementasikan, menjadi hilang seketika, Sejalan dengan itu, mulai muncul harapan dan optimisme baru bahwa warga masyarakat dan pemerintah desa, didukung oleh pemerintah di atasnya dan Organisasi Masyarakat Sipil dan lembaga donor, bisa mewujudkan otonomi desa secara meyakinkan khususnya dalam pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Kepala Desa Raka Dua Edi Suriadi yang di temui diruang kerja pekan lalu, bahwa keinginan untuk mewujudkan desa sebagai sumber, pengelola pembangunan dan keuangan yang baik dengan mengedepankan prinsip-prinsip partisipasi, transparansi, akuntabilitas, dan berkeadilan sosial, serta mampu mewujudkan pelayanan pemerintahan yang adil, mandiri, dan sejahtera saat ini mudah untuk dicapai, karena dengan Gelontoran Dana Gembira desa yang kini sudah dua tahun terakhir dirasakan, telah membantu Desanya untuk lebih mandiri dalam mengaktualisasikan keinginannya dalam percepatan pembangunan infrastruktur.

Pembuatan Jalan yang menggunakan dana Gembira

“ Alhamdulillah, Dana Gembira ini telah memberikan kami keleluasaan dalam membangun “ kata Edi Suriadi.

Kepala Desa Raka Dua ini Mencontohkan, Pola Pembangunan baik itu sarana dan prasarana Infrastruktur  di Desa seperti pembangunan jalan desa sepanjang 2 KM dari Raka Dua sampai Wumburana serta bangunan lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat berupa Pendirian Posyandu telah mampu memberikan wawasan berfikir bagi masyarakat, perencanaan dan penganggaran desa sejalan dengan agenda dari otonomi daerah, dan merupakan bagian dari kebijakan yang menempatkan desa sebagai basis desentralisasi dan demokrasi, betapa tidak dengan adanya alokasi ini sambung Edi pembangunan yang sebelumnya tidak ada di desa tersebut, kini sudah bisa dirasakan oleh masyarakat.

Hasbia yang sudah menjadi guru mengaji di Desa Raka Dua selama dua puluh tahun mengaku dirinya sempat meneteskan air mata saat pertama kali dirinya menerima honor dana Gembira ini, pasalnya sejak mengajar anak – anak di lingkungannya perhatian pemerintah sama sekali tidak pernah secara langsung dia rasakan.

Lillahi taala pak, saya tidak cerita jelek pemerintah dulu, tapi buktinya tidak pernah kasian saya dapat apa – apa, nanti pi sekarang ini baru saya sama suami dapat gaji “ terang Hasbia yang juga merupakan istri dari imam desa di Desa Raka Dua.

Lain lagi penuturan Hatia yang selama ini berprofesi sebagai Dukun bersalin, perempuan yang tidak bisa berbahasa indonesia dengan baik ini mengatakan di usia yang sudah senja baru petama kali ini dia mendapat gaji dari pemerintah, Hatia menambahkan dengan adanya honor yang dia terima dari Alokasi Dana Gembira sedikit banyaknya telah banyak membantu dirinya bisa menyekolahkan anak –anaknya.

“  Nahopo ku poawa honoro Sando kida’a yoo dana Gembira hai campo, nimpi’a nahina nitarimangku “ ujar hatia dalam dialeg bahasa daerah Morenene.

Komentar