REALISASI PAJAK TRIWULAN PERTAMA DI EVALUASI

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ket. Gambar : Aisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Drs. Basiran ( kiri ) bersama Kadis Pendapatan Daerah Kab. Bombana saat memimpin Rapat Evaluasi PAD. ( foto : Hery ).

Rumbia. Rapat evaluasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah untuk triwulan pertama kembali dilakukan pemkab Bombana untuk mengetahui sudah sejauh mana realisasi penerimaan PAD instansi terkait sesuai target PAD yang harus di capai pada tahun ini.

Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Bombana Drs. Man Arfa menuturkan sesuai target PAD yang di patok tahun ini kepada masing – masing instansi pemungut retribusi masih dalam trend positif, yang artinya untuk triwulan pertama terhitung mulai januari hingga maret, pemasuk daerah dari penarikan Pajak sejauh ini sudah sesuai target yang di inginkan pimpinan daerah.

” Sesuai laporan yang ada sama kami sudah menunjukkan siklus yang baik bagi penerimaan PAD kita tahun ini ” kata Man Arfa saat menghadiri rapat evaluasi pajak yang dihadiri unsur Kepala Dinas Penghasil PAD diruang rapat Bupati Bombana Rabu (20/3).

Dirinya tidak menafikkan, dari instansi yang merupakan penghasil PAD seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pertambangan dan Energi, Dinas Perindustrian, perdagangan dan Koperasi, Disdukcapil, Dinas Kehutanan, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Dinas PU, RSUD., Dinas Perhubungan, Masih ada dinas yang sampai laporan akhir maret ini masih perlu menggenjot PADnya.

” Secara keseluruhan sudah menunjukan peningkatan, namun untuk dinas yang masih kurang hal ini harus menjadi perhatian ekstra ” kata Man Arfa sembari enggan merinci dinas yang dimaksud.

Seperti diketahui, hingga akhir Maret ini Dinas Perhubungan Kab. Bombana sudah memasukkan PAD ke kas daerah sebesar 68.779.500 rupiah dari target 365.600.000 rupiah yang bersumber sebagian besar dari biaya pungut retribusi, begitu pula dengan RSUD Kab. Bombana yang di nakhodai Dr. Nazar, dari target PAD 250.00.000 rupiah, dari Januari hingga Maret tahun ini, satu – satuny rumah sakit umum di bombana tersebut sudah berhasil mencapai 46.442.500. Pencapaian tersebut diprediksi akan lebih meningkat lagi, pasalnya di RSUD Bombana saat ini sudah sudah ada Laboratorium kesehatan yang bisa menjadi salah satu sumber PADnya.

Man Arfa mengaku optimis jika seluruh komponen bekerja lebih maksimal, bukan mustahil target yang sudah di patok akan tercapai, yang terpenting bagi dirinya koordinasi antar instansi bisa berjalan dengan baik.

” Seperti pajak reklame ini harus sejalan dengan perhubungan karena bukan hanya reklamenya saja yang harus dikenai pajak, namun penggunaan jalan jika reklame tersebut dipasang harus pula dipungut pajaknya, hanya ini harus di atur dalam sebuah peraturan sebagai dasar hukum ” terang Man Arfa.

” Rapat evaluasi ini sesuai instruksi pak Bupati akan dilakukan secara berkala atau pertriwulan dalam satu tahun, sebagai salah satu tolak ukur bagi dinas enghasil PAD ” sambung pria yang doyan menggantung kaca mata dilehernya ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *