RUMAH LAYAK HUNI BARUGA MOICO, UNTUK MASYARAKAT KURANG MAMPU

SHARE:
  •  
  • 34
  •  
  •  
  •  
Salah Satu Contoh Rumah Tidak Layak Huni

Rumbia, Kominfos.

Salah satu program unggulan dalam visi – misi pembangunan Pemerintah Kabupaten Bombana di era kepemimpinan H. Tafdil,SE., MM dan wakil Bupati Bombana Johan Salim SP. Adalah Gembira Taskin. Implementasi Gembira Pengentasan Kemiskinan (Taskin) salah satunya pemberian bantuan Rumah Layak huni yang disebut Baruga Moico.

Camat Rumbia Tengah, M.Hadi Rahardjo Putra, S.IP. kepada Kominfos mengungkapkan untuk tahun anggaran 2018 dengan porsi anggaran Rp.819 juta akan dialokasikan pembangunan rumah layak huni , nantinya disebar diwilayah Kecamatan Rumbia Tengah.

Camat Rumbia Tengah

Rumah layak huni yang disebut Baruga Moico tersebut memiliki ukuran yang sederhana dan kira –kira setara dengan rumah BTN ukuran type 36. Dalam satu unit rumah untuk proses pembangunanya akan menghabiskan anggaran kurang lebih Rp. 32 juta per unit.

Kata Camat, jika dihitung dari anggaran yang tersedia, bisa jadi tahun ini hanya dapat membangun 26 unit dulu. Kemudian akan kita lanjutkan tahun-tahun berikutnya. “Pembangunan Baruga Moico ini, kami dari Kecamatan tetap berkoordinasi dengan tim Manajemen Gembira juga dengan SKPD teknis Dinas Perumahan” Ujarnya.

Ketika ditanya, siapa saja yang akan mendapatkan bantuan rumah layak huni dimaksud? Camat yang Alumni IPDN Jatinangor Bandung ini memaparkan, berdasarkan data KK Miskin yang ada di Kecamatan Rumbia Tengah yang belum memiliki rumah namun memiliki lahan akan menjadi prioritas, setelah divalidasi syarat dan ketentuan penerima bantuan.

Menurut data KK miskin di Kecamatan Rumbia Tengah terdapat 420 KK yang masuk kategori miskin sesuai Data Tim Nasional Percepatan Penangggulanagan Kemiskinan (TNP2K) . Dari data tersebut, tentu tidak semua dapat menerima bantuan, karena bisa jadi data ini dalam kurun waktu tertentu ada diantaranya yang sudah berubah status sosialnya dari miskin menjadi sejahtera.

“Yang kami intervensi indikator miskin yang behubungan dengan rumah layak huni meliputi Atap, Lantai dan Dinding (Aladin) dan indikator lainnya berdasarkan indikator miskin dari tim TNP2K.” Kata camat.

(Penulis : Endi Editor : Anton Ferdinan)