SANKSI MENUNGGU PNS PENGGUNA IJAZAH PALSU

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
RUMBIA – Saat rapat penelusuran ijazah palsu yang dipimpin langsung Sekertaris Daerah (Sekda) Bombana H. Burhanuddin A HS NOY,SE.M.Si di Ruang  rapat kantor Bupati bersama kepala SKPD dan camat se kabupaten Bombana, pada Rabu (24/7) terungkap sejumlah Pegawai Negeri Sipil di Bombana terindisi menggunakan ijazah palsu.
Indikasi terusebut di ungkapkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bombana H. Nasir Noy yang pada tahun 2011 lalu turut menjadi salah seorang yang tergabung dalam tim penelusuran ijazah palsu kala itu mengatakan, untuk mencari tahu siapa PNS yang menggunakan ijazah palsu di Bombana untuk sekarang ini, itu sudah ada data orang-orangnya di Polda Sultra.
Saya masih ingat persis waktu tahun 2011 saya pernah di mintai keterangan oleh pihak Polda Sultra memang ada sejumlah PNS terindikasi  menggunakan ijazah palsu tersebut ” kata H. Nasir Noy.
Lanjut pria berkacamata ini, dari informasi beberapa orang yang dicurigai menggunakan ijazah palsu tersebut, ada diantara mereka mengaku mendapatkan ijazah tersebut dengan cara dibeli seharga Rp 13 juta sampai Rp 15 juta. Ijazah itu digunakan sebagai, melamar PNS, penyesuaian golongan, dan untuk umum.
Kalau kita ingin menelusuri datanya bisa kita minta di Polda,” ucapnya.
Sementara itu, ditempat yang sama Sekda Bombana, H Burhanuddin mengatakan, data yang dikumpulkan pihak kepolisian itu jangan diganggu, pihaknya akan membuat tim tersendiri untuk mencari tahu pelaku pengguna ijazah palsu, bahkan mantan Kadis Perhubungan Sultra ini mengaku untuk mengungkap secara gamblang tentang ijazah palsu tersebut dibutuhkan ketelitian dari tim yang akan di bentuk nantinya, pasalnya dirinya beralasan banyak indikator yang harus di penuhi sehingga ijazah tersebut baru bisa dikatakan palsu.
” Untuk membedakan ijazah palsu dan asli itu cukup rumit, pasalnya yang bertandatangan di ijazah tersebut Rektor masing-masing universitas,” ujar Burhanuddin
Tambahnya, nantinya tim yang akan dibentuk ini akan mencaritahu bagai mana proses sehingga mendapatkan ijazah tersebut, namun dirinya enggan gegabah menetapkan ijazah yang digunakan oknum PNS sebelum semuanya terbukti secara jelas melalaui hasil penelusuran tim nantinya.
“Kami akan tanyakan tempat kuliah, jurusan, angkatan, kalau perlu dengan skripsinya, namun yang pasti siapapun yang menggunakan ijazah palsu tersebut pasti akan kami jatuhkan sanksi sesuai aturan ” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *