SARANA INFRASTRUKTUR FOKUS PEMBANGUNAN DESA LENGORA

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Alokasi Dana Gembira Desa yang di gelontorkan oleh Pemerintah Kabupaten Bombana yang banyak menjadi keraguan berbagai pihak ternyata dalam pelaksanaannya, langkah ini dapat membentangkan kesempatan yang luas bagi masyarakat, terutama orang miskin, untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan desa. Keraguan yang ada sebelumnya di mana warga masyarakat dan pemerintah desa/ kelurahan tidak mampu membuat perencanaan penganggaran yang berkualitas dan dapat diimplementasikan, menjadi hilang seketika, Sejalan dengan itu, mulai muncul harapan dan optimisme baru bahwa warga masyarakat dan pemerintah desa, didukung oleh pemerintah di atasnya dan Organisasi Masyarakat Sipil dan lembaga donor, bisa mewujudkan otonomi desa secara meyakinkan khususnya dalam pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Kepala Desa Lengora hasran  yang di temui diruang kerja pekan lalu, bahwa keinginan untuk mewujudkan desa sebagai sumber, pengelola pembangunan dan keuangan yang baik dengan mengedepankan prinsip-prinsip partisipasi, transparansi, akuntabilitas, dan berkeadilan sosial, serta mampu mewujudkan pelayanan pemerintahan yang adil, mandiri, dan sejahtera saat ini mudah untuk dicapai, karena dengan Gelontoran Dana Gembira desa yang, telah banyak  membantu Desanya untuk lebih mandiri dalam mengaktualisasikan keinginannya dalam percepatan pembangunan infrastruktur.

“ Alhamdulillah, Dana Gembira ini telah memberikan kami keleluasaan dalam membangun “ kata hasran.

Pria yang berumur hampir setengah abad ini  ini Mencontohkan, Pola Pembangunan baik itu sarana dan prasarana Infrastruktur  di Desa seperti pembangunan Deukker dan pembuatan Rumah Ibadah dengan anggaran 75 juta yang saat ini tengah berjalan, serta pembangunan deukker di beberapa sudut desa telah mampu memberikan wawasan berfikir bagi masyarakat, apalagi pengerjaannya banyak melibatkan masyarakat desa sendiri. Ssehingga  perencanaan dan penganggaran desa sejalan dengan agenda dari otonomi daerah, dan merupakan bagian dari kebijakan yang menempatkan desa sebagai basis desentralisasi dan demokrasi, betapa tidak dengan adanya alokasi ini sambung Edi pembangunan yang sebelumnya tidak ada di desa tersebut, kini sudah bisa dirasakan oleh masyarakat.

“apa yang menjadi semangat otonomi daerah saat ini benar – benar terwujud melalui program gembira desa, “ papar Hasran sambil menunjukkan masjid yang kini mulai ditempati warga untuk melakukan ibadah sehari – hari.

“ fokus selanjutnya kami telah merencanakan pembangunan bak penampungan air bersih, karena jujur di desa ini air bersih merupakan masalah yang sejak dulu ada sehingga kami mencoba mencari solusi dengan membangun bak air melalui anggaran gembira desa tahun ini “ tambahnya.

Dari sumber yang berhasil di peroleh pewarta kala mengunjungi desa ini, ternyata bukan hanya infrastruktur semata yang menjadi fokus utama di desa yang penduduknya mayoritas muslim ini, program akan perhatian terhadap masyarakat berupa pemberian insentif bagi masyarakat yang mengabdikan dirinya sebagai pelayan Desa, turut pula mereka merasakan begitu berartinya Dana Gembira ini.

Salah satunya adalah Wahyuni, wanita paruh baya yang sudah menjadi guru mengaji di Desa lengora selama dua puluh tahun mengaku dirinya sempat meneteskan air mata saat pertama kali dirinya menerima honor dana Gembira ini, pasalnya sejak mengajar anak – anak di lingkungannya perhatian pemerintah sama sekali tidak pernah secara langsung dia rasakan.

“ Lillahi taala pak, saya tidak cerita jelek pemerintah dulu, tapi buktinya tidak pernah kasian saya dapat apa – apa, nanti pi sekarang ini baru saya sama suami dapat gaji “ terang Hasbia yang juga merupakan istri dari imam desa di Desa Raka Dua.

Lain lagi penuturan Hamaria yang selama ini berprofesi sebagai Dukun bersalin, perempuan yang kini berumur 85 tahun ini mengungkapkan di usia yang telah beranjak senja baru pertama kali ini dia mendapat gaji dari pemerintah, Hamaria menukilkan dengan adanya honor yang dia terima dari Alokasi Dana Gembira sedikit banyaknya telah banyak membantu dirinya bisa menyekolahkan anak –anaknya.

“  anaku nda’amo telau mo’otu sicolano, na da bantuan hai Gembira Desa  “ ujar Hamaria dalam bahasa daerahnya.( Suha )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *