SEKDA BOMBANA : PERYATAAN SAYA JANGAN DISALAH ARTIKAN

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia, munculnya argumen  berbagai pihak atas pernyataan sekda bombana terkait pihak kementerian sedang mengkaji bombana untuk di kembali ke daerah induk sebelum pemekaran saat menghadiri sidang paripurna di DPRD Bombana beberapa saat lalu ditanggapi datar oleh Sekda Bombana. Saat ditemui diruang kerjanya, Sekda Bombana Dr. Ir. H. Rustam Supendy mengatakan dirinya sempat kaget saat membaca pemberitaan yang ada di media, apa yang disampaikan di DPRD hanya merupakan motivasi agar sistem yang ada di bombana bisa tertata lebih baik dari sebelumnya, dikatakan pula bahwa pemerintah daerah mengharapkan  kepada semua pihak  bahwa apa yang di sampaikan oleh dirinya saat sidang paripurna sampai muncul berbagai anggapan bombana terancam kembali ke Kabupaten Buton jangan disalah artikan, pasalnya menurut H. Rustam Supendy tolok ukur untuk mengembalikan daerah pemekaran kedaerah induk banyak indikator yang harus dilihat sebagai bentuk penilaian tidak hanya dari satu aspek. 

” apa yang saya sampaikan  harus di lihat secara jernih, saya hanya berkeinginan agar kita semua bisa saling berkoordinasi dengan baik khususnya  pengembangan kemajuan daerah kita, maksud dari penyataan saya ahwa daerah kita bisa kembali ke buton adalah jika penataan  hubungan antar lembaga dan penataan pengelolaan kelembagaan kita tidak tertata dengan baik,  ukan karena status daerah kita disclaimer, itu sudah menjadi sinyalement bombana kembali ke buton” terang H. Rustam 

Diterangkan pula mantan Asisten III Setda Bombana  ini bahwa untuk kembali ke daerah induk indikator penilaian terbagi dari empat aspek, selain hubungan kelembagaan dan penataan kelembagaan, good govermant dan pelayanan publik juga merupakan patron dalam menentuan  layak tidaknya daerah pemekaran kembali ke daerah induknya. 

Dirinya juga mengakui bahwa  saat  bertemu dengan pihak kementerian dalam negeri  diruangan kerjannya beberapa saat lalu, yang dibahas hanya terkait penelitian yang akan dilakukan oleh pihak kemenetrian melalui Litbag Depdagri tentang keberhasilan suatu daerah pemekaran yang lahir dari tahun 2000 tidak pembahasan yang mendetail mengarah ke pemekaran. sebab menurut sekda kedua Kab. Bombana ini kedatangan mereka semata – mata bertujuan untuk melaksanakan penelitian. 

” saat bertemu, pihak kementerian hanya menjelaskan bahwa daerah pemekaran itu bisa kembali ke daerah induknya salah satu penilaiannya  penataan pengelolaan kelembagaan dalam hal ini di bidang keuangan, kedatangan mereka bukan menilai daerah kita  layak dipertahankan atau tidak karena disebabkan status disclaimer ” terang rustam

“apa yang saya katakan tujuannya untuk menjadikan hal tersebut motivasi buat kita semua agar lebih berbenah lagi dan selalu saling berkoordinasi, apalagi ada pakta integritas yang sudah kita tanda tangani yang menjadi ukuran prestasi kinerja kita, jadi saya harap apa yang saya utarakan  tidak perlu untuk dipolemikkan lebih jauh ” tambahnya.   

Senada Sekda, Kabag Humas setda Bombana Berharap agar penuturan sekda tujuannya hanya ingin mengajakan kita semua untuk lebih berbenah lagi demi kemajuan daerah, apa yang menjadi penyataan Sekda kata Hasdin Ratta jangan disalah tafsirkan sehingga bisa menimbulkan perbedaan opini dari tujuan dasar pernyataan tersebut.

” statemen itu tujuannya  mengajak kita agar selalu berkoordinasi, baik antara SKPD, maupun antara legislatif dan eksekutif, pernyataan tersebut tidak mengindikasikan dan memiliki implementasi lain” ujar Hasdin Ratta

Komentar