SEKDA : TIDAK ADA PENAMBAHAN KUOTA K1

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia, Munculnya desas desus yang dihembuskan  oleh pihak yang tidak bertanggung jawab di lingkungan tenaga honorer di kabupaten bombana mengisyaratkan adanya penambahan tenaga honorer yang dinyatakan lolos menjadi pegawai negeri sipil melalui jalur kategori 1 (K1), dengan tegas dibantah Sekda Bombana.  

Selaku Pembina Pengawai Negeri Sipil di Bombana dirinya mengaku merasa heran adanya isu tersebut, pasalnya dari data yang diperoleh dari BKN yang dinyatakan lolos setelah di lakukan ferivikasi faktual berkas dari 16 orang yang awal lolos administrasi malah berkurang menjadi 10 orang dan telah dipastikan tidak ada lagi penambahan. ” saya tegaskan tidak ada penambahan dari  sepuluh orang yang dinyatakan lolos ” Ujar H. Rustam Supendy.

Jenderal PNS di bombana ini menuturkan dirinya juga sudah berkoordinasi ulang dengan pihak BKN dan BKD Prov. Sultra, namun kata H. Rustam Supendy tidak ada pergeseran dari data sepuluh orang yang lolos sehingga dirinya juga memastikan apapun alasannya tidak bisa lagi ada pengusulan penambahan di kategori 1.  

Dirinya memperkirakan munculnya isu tersebut hanya di keluarkan oleh orang yang ingin mengeruk keuntungan dengan jalan melakukan penipuan yang meminta sejumlah uang dengan di iming imingi lolos menjadi pegawai, karena menurutnya informasi yang berkembang saat ini di kabaena telah beredar isu ada oknum yang melakukan ha  tersebut.

” ini baru isu, tapi jika hal tersebut benar benar terjadi,,saya meminta segera di tangkap dan di serahkan ke pihak yang berwajib untuk diproses hukum karena tidak ada satu rupiah pun yang di bayar untuk menjadi seorang pegawai ” terangnya saat memimpin apel pagi tadi.  

Sesui surat dari KemenPAN dan KB nomor FH/364/ M.PAN-RB/11/2012, 10 CPNS dari formasi tenaga honorer 2005 ini hanya dua orang berpendidikan sarjana, sisanya adalah jebolan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dua tenaga honorer K1 berlatar belakang pendidikan sarjana yang diakomodir menjadi CPNS adalah Siti Aisya. Dalam surat yang ditandatangani Menteri PAN dan RB,Azwar Abubakar, 30 November lalu, Siti Aisya merupakan satu-satunya honorer yang jadi CPNS melalui formasi guru. Perempuan kelahiran Bombana, 28 Agustus 1970 berlatar belakang S1 pendidikan Islam dan mendapat tugas sebagai guru SD atau Madrasah Ibtidayah. Satu honorer lainnya yang berlatar belakang sarjana bernama Asrin. Pria kelahiran Buton 01 September 1974 dan beralamat di Desa Lakomea ini, pendidikan terakhirnya sarjana Komunikasi dengan jenis tugas tenaga teknis. Sedangkan lima honorer K1 yang dinyatakan jadi CPNS berpendidikan SMA. Mereka adalah Slamet, Badrun, Arifin, Muhammad Syahrir Nduiya serta Laode Muhammad Ihwan. Selain itu ada juga dari tamatan SMEA (SMK) dan SMIK, jumlahnya 3 orang yakni Sunarsi, Yeni dan Suhaeni.  

” saya harap semua tenaga honorer agar lebih berhati hati, jangan mudah tertipu hanya karena di janjikan menjadi PNS kemudian bersedia menyerahkan dana” tanbahnya.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *