SIMULASI BENCANA, BPBD LIBATKAN 250 ORANG

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ket. Gambar :  Salah satu korban yang di evakuasi saat simulasi bencana, ( foto : Hery ).

Rumbia. Kepanikan melanda masyarakat yang bermukim di sekitar pesisir pantai Kasipute yang disebabkan banjir dan Gelombang pasar yang datang secara tiba – tiba di daerah tersebut, tidak tanggung tanggung, kejadian yang datangnya begitu mengejutkan masyarakat menyebabkan jatuhnya beberapa korban luka yang harus segera mendapatkan penanganan medis. Rangkaian tersebut merupakan Simulasi Bencana yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bombana yang melibatkan lebih kurang 250 orang terdiri dari unsur BPBD Bombana, TNI, Polri, PMI Tagana dan Rescue Provinsi Sultra dan Dinkes.

Simulasi yang dimulai sejak pagi hari bukan hanya di ikuti gabungan dari beberapa instansi dan lembaga terkait, namun yang nampak mencuri perhatian, keterlibatakan ratusan orang temasuk masyarakat setempat yang memainkan peran selaku korban dan pengungsi sangat membantu kelancaran simulasi tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Bombana Ridwan S. Sos yang ditemui disela-sela simulasi tersebut menuturkan kegiatan simulasi ini sudah direncanakan sebelumnya untuk mengantipasi kepanikan yang kemungkinan terjadi jika bencana Rob atau bencana alam lainnya melanda bombana.

” Keterlibatakan masyarakat secara langsung dalam simulasi ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat yang harus kita apresiasi ” katanya.

Pantauan author website pemkab yang juga terlibat langsung dalam simulasi bencana pagi tadi ( 11/6 ), selain mengerahkan berbagai macam kendaraan operasional, tenda dan dapur umum, ratusan orang yang ikut dalam simulasi tersebut dibagi dalam beberap kelompok, ada yang bertindak selaku korban, ada yang bertindak selaku tim medis, ada pula yang bertindak sebagai pengungsi yang berlarian ketika banjir rob menerjang bibir pantai, namun yang paling menaarik dari simulasi itu, saat penanganan korban yang terseret air ketengah laut, nampak kesigapan tim penyelamat dari pihak PMI memberikan pertolongan dengan menggunakan perahu karet kemudian mengantarkan korban ke ambulans untuk di rawat di kamp pengungsian seolah – olah hal tersebut benar terjadi.

Ditempat terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Bombana Ir. Abu Kahar sangat mengapresiasi keterlibatan semua pihak dalam simulasi ini, pasalnya dari sekian banyak Kabupaten dan kota di indonesia, baru Kabupaten Bombana yang melakukan simulsi bencana dengan melibatkan instansi dan lembaga setempat serta masyarakat.

Abu Kahar mengakui, Simulasi ini merupakan bagian akhir dari penyusunan dokumen rencana tanggap bencana yang di usulkan Kabuupaten Bombana, namun yang terpenting paparnya dengan simulasi ini dan keterlibatan masyarakat serta instansi pemerintah, hal ini dapat memberi gambaran akan tindakan yang akan di tempuh ketika suatu waktu bencana terjadi tidak menimbulkan kepanikan dan bisa meminimalisir korban jiwa.

” Simulasi ini kita akan terus lakukan minimal enam bulan sekali untiuk lebih memantapkan ” kata Abu Kahar.

Sementara itu. Salah seorang masyarakat yang mengikuti langsung simulasi ini merasa sangat bersyukur bisa mendapat pengalaman dan pengetahuan akan tindakan yang perlu di ambil ketika bencana terjadi. Apalagi mengingat kasipute yang diapit gunung dan laut, jika tidak dengan perencanaan yang matang maka korban bisa saja banyak yang berjatuhan.

” Saya senang sekali pak ada ini simulasi, kalau tidak kasian na bisa kita baku tabrak tabrak kalau kita lari kaaren kita tidak tu mi mau kemana kalu naik air ” papar andu dengan dialek khasnya.

Komentar