KEDISPLINAN PEGAWAI TERUS DIKONTROL

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. Absensi Sidik jari yang sudah sebulan ini diterapkan Pemkab Bombana untuk mendisiplinkan para Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) maupun Tenaga Honorer sudah dapat dilihat hasil dengan keluarnya rekapitulasi perhitungan absensi dari Badan Kepegawaian Daerah Kab. Bombana.  

Namun, hasil tersebut masih menuai beberapa komentara dari para pegawai khususnya tenaga honorer di lingkup setda, pasalnya dalam data rekapitulasi tersebut ternyata ditemukan masih ada nama tenaga honorer yang sudah tidak honor sejak pertengahan tahun 2012, yang mana mereka dikeluarkan karena melanggar kontrak kerja dengan tidak masuk kantor selama 46 hari kerja tanpa keterangan, namun faktanya nama mereka masih tercantum di hasil rekap absensi sidik jari yang dikeluarkan pihak BKD.  

Plt. Kabag Hukum dan Organisasi Setda Kab. Bombama Kalvarios Zamruth, SH, MH saat ditemui siang tadi (2/2) membenarkan hal tersebut, bahkan menurut Kalvarios banyak yang perlu dibenahi dari sistem tersebut agar asas keadilan seperti yang diinginkan pimpinan ( Bupati ) terhadap seluruh pegawai bisa dilaksanakan dengan baik.  

” kita akan mengatur regulasinya karena absen tersebut yang dibaca hanya kondisi hadir dan tidak hadirnya seorang pegawai ” kata Kalvarios.  

Lanjut, dirinya menuturkan akan tetap memberlakukan absensi manual di masing masing Bagian di lingkup Setda sebagai back up data absen sidik jari,alasannya kata Rios (begitu namanya disebut ) sistem absensi sidik jari hanya bisa membaca ketidakhadiran seseorang tanpa adanya keterangan, sehingga perlu absen manual sebagai back up data dari sistem tersebut.  

” batas absen sudah ada baik masuk pagi maupun saat pulang, yang jadi persoalannya kalau seorang melakukan perjalanan dinas, sakit maupun izin,rekapnya tetap tidak hadir jadi sangat diperlukan lampiran data pendukungnya ” terang Alumni Unhalu ini.  

Kalvarios menambahkan, sejak sepekan lebih pasca dirinya dilantik sebagai pelaksana tugas Bagian Hukum dan Organisasi yang salah satu tupoksinya  mengurus masalah kepegawaian di lingkup sekretariat,dirinya mengakui tidak menemukan data yang valid mengenai pegawai khususnya tenaga honorer, sehingga saat ini diri bersama staf berusaha merampung data kepegawaian tersebut,apalagi dengan adanya perampingan bagian yang jumlahnya kini enam dari jumlah awal delapan bagian, maka secara otomatis staf yang semula terkena dampak langsung dari perampingan tersebut akan di masukkan di Bagian Bagian yang ada saat ini.  

” minggu depan SK kolektif penempatan pegawaian sudah rampung secara keseluruhan dan langsung kami koordinasikan dengan pihak BKD khususnya terkait absensi ” ujar Kalvarios.  

Terpisah, Asisten Yang membidangi Pemerintahan di Sekretariat Daerah Drs. Basiran mengemukakan kedisiplinan merupakan ukur bagi pelaksanaan tugas sehari hari bagi pegawai, jika kedisplinan saja sudah tidak di biasakan kata Basiran, maka pasti dampaknya bukan hanya berimbas dengan tidak berjalannya sistem dengan baik, namun aspek pelayanan ke masyarakat secara otomatis tidak akan maksimal. ” apa yang menjadi kebijakan Bupati menerapkan sistem absensi sidik jari semua akan kelihatan,,mana pegawai yang disiplin dan mana yang tidak ” kata Drs. Basiran.  

Dirinya menambahkan dalam sistem pemerintahan hal yang paling penting membiasakan diri dengan melaksanakan tanggungjawab sesuai tupoksi masing masing dan melaksanakan tugas dengan ikhlas serta memiliki loyalitas yang tinggu terhadap pimpinan, jika hal tersebut terpenuhi kata basiran, apa yang menjadi harapan pimpinan untuk mensejajarkan bombana dengan daerah lain sudah pasti akan terwujud.

” loyalitas, tanggung jawab terhadap pekerjaan dan bekerja dengan ikhlas hati, insya allah semua pasti akan terwujud apa yang menjadi harap kita semua ” imbuh Mantan Sekwan DPRD kab. Bombana ini.  

Komentar