SKKL 17 PERUSAHAAAN TAMBANG TERANCAM DI CABUT

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. Sebanyak 17 perusahaan yang berada di bombana hingga saat ini sudah mengantongi Surat Keterangan Kelayakan Lingkungan ( SKKL ) ternyata masih setengah hati memasukkan Laporan Pelaksanan Rencana Kelolah Lingkungan ( RKL ) dan Rencana Pemantauan Lingkungan ( RPL )

Kepala Bidang Amdal Badan Lingkungan Hidup Kab. Bombana MaKmur yang ditemui beberapa saat lalu sangat menyayangkan sikap perusahaan yang belum menyelesaikan RKL – RPL yang merupakan salah satu kewajiban mereka terhadap pemerintah daerah, padahal ke 17 perusahaan yang dimaksud sudah mengantongi SKKL.

” Saya juga tidak mengerti kenapa sampai saat ini mereka belum masukkan padahal perusahaan lain sudah memsukkan dokumennya ” kata Makmur.

Lanjut kata Makmur, Pemerintah daerah melalui BLH Bombana sudah pernah melaayangkan suraat teguran agar perusahan tersebut segera memasukkan dokumen RKL – RPL, namun sampai saat ini surat teguran tersebut masih belum di sahuti.

” Kita akan melayangkan kembali surat teguran yaang ditanda tangani Bupati, karena aturan yang mengharuskan demikian ” terangnya.

Dari penuturannya, ke 17 perusahaan yang belum menyerahkan dokumennya antara lain, PT. Timah Exploming,PT. Lamora, PT. Gamalama Putra Jaya, PT. Karya Cipta Pratama, PT. Orextend Indonesia, PT. Multi Gramindo. PT. Bakti Bumi Sulawesi, PT. Internasional Mining Jaya, PT. Agrabudi Baramuli Mandiri, PT. Tambang Bumi Sulawesi, PT. Tambang Bumi Sulawesi Blok II dan beberapa perusahaan lainnya.

” Jika surat teguran masih tetap tidak dipatuhi, maka pihak pemkab berhak mencabut SKKL sesuai PP nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan ” tegas Makmur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *