SOSIALISASI PENGENDALIAN PENYAKIT BRUCELLOSIS DI KABUPATEN BOMBANA

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bombana,Kominfos-
Minimnya pemahaman terkait penyakit BRUCELLOSIS (Brucella) di tengah masyarakat, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan provinsi Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan peternakan kabupaten Bombana menggelar sosialisasi,Selasa 30 Oktober di aula kantor bupati.

Hadir dalam acara tersebut Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI,Balai Besar Veteriner Maros Kementerian Pertanian, Bupati Bombana yang diwakili oleh SEKDA Kab. Bombana, Kadis Pertanian dan Peternakan Prov. SULTRA,Kadis Pertanian kab. Bombana (diwakili oleh Sekretaris Dinas),Bapak/Ibu kepala OPD kab. Bombana,Bapak/ibu Perwakilan dari Enslik,dan tamu undangan dr kecamatan dan kepala peternakan kecamatan.

Pemateri pada kegiatan tersebut Prof. DR. Ir. Takdir Saili, M. Si (NSLIC/NSELRED)
drh. Sulaxono Hadi (balai besar veteriner Maros) drh. Arif (yg mewakili direktur kesehatan hewan kementerian pertanian RI)
Rahmad Hardiono, SP.M.Pt (yang mewakili kadis pertanian dan peternakan Prov. Sultra).

Selain bertujuan untuk melakukan pengendalian dan pecegahan penyakit brucella guna meminimkan keguguran terhadap ternak sapi,sosialisasi ini juga memiliki tujuan lain yakni mempertahankan kabupaten Bombana sebagai salah satu lumbung ternak sapi atau sumber bibit di provinsi SULTRA, Meningkatkan kewaspadaan dini dengan memutuskan mata rantai penyakit brucella, Mencegah penyebaran penyakit Brucella selain di Kecamatan Rarowatu Utara dan Lantari jaya, Meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap bahaya penyakit Brucella.

Perlu diketahui bahaya penyakit Brucella yang terdapat pada ternak sapi adalah bisa menular ke manusia, antara lain bisa menyebabkan keguguran dan bisa jg mnyebabkan kemandulan,untuk Pencegahannya dengan melakukan pengambilan sampel darah dan pemberian vaksin.

“Jadi untuk pencegahan penyakit ini pemberian vaksin dilakukan sekali dalam 7 tahun terhadap 1 ekor sapi,”ungkapnya.

Editor : Ode