STATUS MASYARAKAT ADAT DESA HUKAEA LAEYA MENEMUI TITIK TERANG

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


Ket. Gambar : Bupati Bombana H. Tafdil di dampingi Ketua Tim PKK Kab. Bombana Hj. A. Nirwana Tafdil mengunjungi Desa Hukaea Laeya, nampak Pula Wakil Ketua DPRD Kab. Bombana Johan Salim, SP.( Foto : Drs. Hasdin Ratta, M. Si ).

Rumbia. Keseriusan dan perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana terhadap masyarakat yang selama ini menginginkan  status mereka menjadi masyarakat adat di Desa Hukaea Laeya yang ada Kecamatan Lantary Jaya bisa dikata terbilang tidak main-main, pasalnya walaupun jarak tempuh dan lokasi Desa tersebut dirasakan cukup melelahkan dengan jarak tempuh 2 jam dari Rumbia, jalan menuju Desa Hukaea Laeya juga sangat berliku karena harus membelah padang ilalang Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai  karena lokasinya tepat berada di belakang daerah konservasi, tidak menyurutkan para petinggi Kabupaten ini mengunjungi daerah yang lebih dikenal dengan nama Hukaea lama.

Ditemui usai mengunjungi Desa tersebut, Bupati Bombana H. Tafdil, mengatakan komitmen pemerintah dalam menetapkan status masyarakat Adat yang bermukim di wilayah Desa Hukaea Laeya mulai menemui titik terang, pasalnya pihak pemerintah daerah dan Legislatif sudah menyepakati usulan perda yang diajukan pemerintah sisa menunggu penetapan karena masih berkonsultasi dengan pihak provinsi.  

” Dengan berlakunya perda tersebut status sebagai masyarakat adat sudah di akui oleh pihak pemerintah dan tidak akan diganggu lagi oleh pengelolah taman nasional karena pengakuan tersebut hingga ditingkat pusat, namun yang harus diperhatikan ada tata cara dan sistem yang harus di ikuti  oleh masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut ” kata H. Tafdil.  

Menurut Bupati yang berjargon Tamasya ini, bukan hanya peningkatan status yang menjadi fokus pihak pemerintah bagi masyarakat di desa tertua tersebut, akses jalan yang sangat jauh dengan tingkat kesulitan yang sangat rumit,  kata H. Tafdil di tahun 2013 pemerintah akan merintis jalan sejauh 9 Km hingga ke jalan poros, namun akan di luruskan sehingga akan lebih muda ditempuh.  

” jika jalan ini sudah rampung maka akses bagi masyarakat dan para peneliti yang ingin berkunjung di Hukaea Laeya akan lebih mudah, karena jalan yang sekarang ini jika musim hujan mustahil bisa di lewati kendaraan ” Kata H. Tafdil  

Desa Hukaea Lama yang merupakan desa tertua  yang ada di bombana disinyalir memiliki berbagai satwa langka yang tidak di miliki daerah lain yang mendorong seringnya daerah tersebut di jadikan sebagai salah satu daerah penelitian bagi para ahli untuk mengetahui berbagai pola dan cara hidup serta populasi hewan langka tersebut salah satunya Anoa yang masuk dalam kategori hewan dilindungi.  

” di sekitar daerah ini juga akan dibangun taman sehati, agar anak-anak kita bisa belajar, dan para peneliti juga bisa lebih nyaman dalam melakukanxberbagai macam penelitian di Hukaea ” tambah pemilik DT 1 K ini,

Komentar