STATUS TENAGA HONORER MENEMUI TITIK TERANG

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. Keresahan Tenaga Honorer akan status mereka di pemerintah daerah dengan Terbitnya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri terkait pelarangan mengangkat Tenaga Honorer bagi masing – masing Daerah Kabupaten dan Kota terjawab sudah, hal tersebut dikatakan Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kab. Bombana H. Syafruddin, SE, M.TP kala memimpin apel pagi di kantor Bupati Bombana baru-baru ini

Menurut H. Syafruddin yang mendapat info dari sekda bombana melalui pesan singkat sms, dari hasil konsultasi yang di lakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana Dr. Ir. H. Rustam Supendy, M. Si bersama tim di Kementerian Dalam Negeri, pihak kementerian masih membolehkan para tenaga honorer untuk mengabdi di tahun 2013 ini namun hal tersebut harus merujuk dari Surat Keputusan pengangkatan Tenaga Honorer antara tahun 2005 sampai 2012.

” Jika namanya ada dalam rujukan SK dimaksud, mereka masih di boleh mengabdi ” Kata H. Syafruddin.

Lebih lanjut, mantan Kepala Bappeda Kab. Bombana ini menambahkan bagi mereka yang sudah tidak aktif atau sudah di keluarkan karena melanggar kontrak yang pernah ditanda tangani, secara otomatis mereka juga sudah tidak dibolehkan lagi diangkat menjadi tenaga Honorer tahun 2013 ini, apalagi jika ingin menambah atau memasukkan lagi tenaga honorer. yang baru hal tersebut sudah jelas tidak diperbolehkan.

” Ini aturan yang harus kita patuhi, jika kita mengangkat kembali tenaga baru maka ada konsekuensi yang harus di terima daerah ” kata H. Syafruddin.

Asisten yang membidangi kepegawaian ini berharap dengan adanya kejelasan dari kementerian Surat Keputusan pengangkatan Tenaga Honorerr lingkup Pemda Bombana segera di buat sebagai acuan bagi tenaga honorer melakukan pengabdian sehingga honor bagi tenaga honorer bisa di bayarkan.

” Pak bupati sudah mengingatkan jangan lagi ada sistem tambal sulam di lingkup SKPD, jika ada kekurangan tenaga segera di laporkan agar di carikan solusinya, apakah kita akan menggunakan sistem zero atau sistem lainnya ” kata H.Syafruddin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *