Sumpeno : PENYULUH HARUS SATU PERSEPSI DALAM MELAKSANAKAN TUGAS

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ket. Gambar : Kepala BP4K Kab. Bombana Sumpeno,S.KM (paling Kanan ) saat menghadiri Rapat koordinasi antar Penyuluh di Gedung Dekranasda. ( foto : Hery ).

Rumbia. Pembangunan disektor Pertanian, Perikanan daan Kehutanan memiliki peran yang sangat strategis di Kabupaten Bombana, mengingat di Bombana sendiri memiliki potensi sumber daya alam cukup melimpah dari ketiga sektor tersebut, namun letak dari titik keberhasilannya sangat tergantung dari sumber daya manusia melalui bidang penyuluhan.

Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kab. Bombana ( BP4K ) Sumpeno, S.KM yang ditemui di sela – sela Rapat Koordinasi Temu tekhnis penyuluh Pertanian, perikanan dan Kehutanan di Gedung dekranasda kemarin siang (20/3) mengatakan penyuluh memiliki peran yang sangat penting dalam konseptualisasi pembangunan yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Daerah saat ini, bukan hanya karena mereka mampu untuk memberikan akses informasi bagi masyarakat yang berprofesi sebagai petani, namun keberadaannya kata sumpeno diharapkan mampu untuk memberikan informasi kepada pemerintah akan kebutuhan masyarakat saat ini.

” Makanya kita laksanakan rapat koordinasi temu tekhnis ini agar Penyelenggaraan penyuluh di lapangan tidak saling tumpang tindih dan bisa berjalan secara efektif ” terang Sumpeno.

Mantan Kadis Kesehatan Bombana ini menegaskan pentingnya rapat koordinasi antara penyuluh tidak lepas dari program – program yang saat ini diterapkan, demikian pula strategi penerapannya diperlukan sinkronisasi antar penyuluh dilapangan agar target dari program tersebut bisa tercapai.

” Penyatuan persepsi antar penyuluh sangat di perlukan, apalagi penyuluh di lapangan melibatkan lintas sektoral antara lain dinas pertanian, dinas Perikanan dan Dinas Kehutanan ” ujarnya.

Sekedar di ketahui, dari penuturan Kepala BP4K Kab. Bombana Hingga saat ini jumlah penyuluh terbilang sangat minim dengan jumlah penyuluh PNS sebanyak 87 Orang dan 20 orang non PNS yaang lingkup kerjanya sangat luas.

Selain dihadiri penyuluh se Kabupaaten Bombana, rapat koordinasi tersebut dihadiri pula manak, Mambun, Dan Resos Perikanan yang membahas berbagaai macam program kerja untuk menyatukan persepsi para penyuluh di lapangan.

” Mudah – mudahan dengan rapat koordinasi ini apa yang menjadi tujuan kita keterpaduan antar penyuluh bisa tercapai ” pungkad Sumpeno, S.KM.

Komentar