SURAT PENGANGKATAN 171 ORANG HONORER K1 POSITIF PALSU

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. isu terkait benar tidaknya surat Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) yang menyatakan  171 orang Honorer K1 Bombana dengan tegas di sanggahan Sekretaris Kemempan RB melalui surat resminya.

Sekretaris Kemenpan dan RB, Tasdik Kinanto secara resmi nyatakan surat Kemenpan lain (yang dibawah Anggota Komisi 1 DPRD Bombana Abadi Makmur ke Pemkab Bombana) adalah palsu.

Dalam surat bernomor B/617/S.PAN-RB/1/2014 itu, disebutkan bahwa pihak kemenpan tidak pernah mengeluarkan surat terkait kelulusan honorer Bombana sebanyak 171 orang, bahkan dalam surat tersebut secara tegas dikatakan bahwa Surat yang di terima Pemkab Bombana melalui Abadi Makmur sengaja di palsukam oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sehingga hadirnya surat lain yang mengatasnamakan Kemenpan sebagaimana yang beredar di Bombana tertanggal 27 Desember 2013 lalu itu, bisa di katakan jauh dari kebenaran alias palsu.

Beberapa penjelasan surat yang ditanda tangani langsung oleh sekretaris Kemenpan Tasdik Kinanto itu, beberkan beberapa fakta antara lain, surat resmi kemenpan tentang pengangkatan Honorer bakal berkode nomor F.H/000/M.PAN-RB/12/2013. Lampiran tertulis satu berkas serta perihalnya terisi tambahan alokasi formasi CPNSD tahun 2012 dari tenaga Honorer

Namun jika disandingkan dengar surat palsu yang beredar di Bombana, bernomor lain yakni  S.K/12/M.PAN-RB/XII/2013. Sedangkan lapirannya kosong alias cuma garis datar dan tanpa dibubuhi sebuah perihal surat

Fakta lain yang diungkit dalam surat sanggahan Sekmenpan itu, terkait masalah penanggalan surat. Dituliskan, jika surat resmi Kemenpan tentang Honorer K1 tertulis  jelas tanggal (00 Desember 2013) dan posisinya ada pada bagian bawah, atau diatas tanda tangan Mentri.

Sementara surat Kemenpan palsu yang beredar di Bombana, penanggalan suratnya double. Bagian kanan atas, lalu tertera kembali pada bagian bawah diatas tanda tangan mentri.

Surat sanggahan itu juga, menegaskan perbedaan nyata terhadap bentuk hingga isi surat yang palsu dan yang asli. Sisi lain, yang ikut ditelisik terkait fakta atas lampiran surat.

Menurut surat Tasdik yang ditujukan kepada Bupati Bombana, tembusan kepada Gubernur Sultra, Kepala BKN dan Menpan itu menyebutkan bahwa, surat Kemenpan palsu yang beredar di Bombana  lapiran suratnya, tidak lengkap.

Sebab yang ada cuma tanda pengesahan pada halaman terakhir saja. Meski tertera tertanda tangan kepala BPKP dan Kepala BKN. Padahal jika surat resmi Kemenpan dijelaskan mempunyai data lengkap dan dicetak dengan dot matrik oleh BKN.

Selain itu, setiap halaman diberikan cap paraf pengesahan dari Menpan. Bahkan tak cuma itu, pada halaman terakhir ditandatangani oleh kepala BKN lengkap dengan cap paraf pengesahan.

Pasca menerima surat resmi dari sekmenpan, Sekda Bombana H.Rustam Supendy menegaskan polemik terkait benar tidaknya kelulusan honorer sebanyak 171 di kabupaten Bombana sudah terjawab . Dirinya berharap agar persoalan ini tidak dijadikan polemik baru lagi, yang bisa menimbulkan prahara atau kesimpang siuran baru lagi.

“Surat ini sudah menjawab secara terang bahwa itu surat kemenpan tanggal 27 desember 2013 itu tidak benar,” ungkapnya saat ditemui diruang kerjanya kemarin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *