H. TAFDIL BUKTIKAN KOMITMEN DENGAN 350 JUTA PER DESA DAN KELURAHAN

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ket. Gambar : H. Tafdil, SE. MM menyerahkan bantuan Gembira Desa dan Kelurahan secara simbolis kepada 8 orang  Kepala Desa Saat Hari Kesadaran Nasional di Kantor Bupati Bombana (17/3).

Sejak dilantik 25 Agusus 2011 sebagai Bupati Bombana, H Tafdil SE MM mulai menggaungkan program Gerakan Membangun Bombana Dengan Ridha Allah (Gembira). Program dengan pengucuran dana 350 juta per desa/kelurahan dan satu milyar rupiah per kecamatan per tahun ini, bukan pepesan kosong. Karena, Sabtu (17/3), program ini mulai dibuktikan dengan pengucuran perdana dana Gembira tersebut pada 116 desa di Bombana.

Program Gembira di Kabupaten Bombana merupakan ikon kebijakan pembangunan bagi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bombana periode 2011-2016.

Bupati Bombana H Tafdil SE MM, mengatakan, program ini berfungsi untuk mendorong pemberdayaan masyarakat di wilayah pedesaan. Jika mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 tahun 2005 tentang desa. Maka, program Gembira diharapkan dapat mempengaruhi  pertumbuhan ekonomi desa sehingga desa bisa sejahtera dan mandiri.

“Program Gembira ini sudah mulai kita laksanakan. Ini merupakan komitmen kami untuk mewujudkan percepatan dan pemerataan pembangunan diseluruh wilayah Bombana,”kata Tafdil dalam sambutannya seusai menyerahkan secara simbolis dana awal program Gembira pada delapan desa di Bombana,di halaman Kantor Bupati Bombana, Sabtu (17/3).

Menurut Tafdil, program tersebut tidak membedakan wilayah. Realisasinya, dilakukan secara merata dan adil.

“Ini akan menjadi contoh yang baik dalam mendorong pelaksanaan pemberdayaan, perencanaan penganggaran dan pertanggungjawaban,”harap Tafdil.

Program yang baru pertama kali dilakukan untuk pemeritah Kabupaten di Sultra bahkan di Indonesia ini, juga menuntut pemerintah desa untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) secara profesional dan transparan. Pasalnya, syarat penggelontoran dana Gembira tersebut, masing-masing desa harus memiliki dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa, lalu diterjemahkan dalam Rencana Kerja tahunan Pemerintah Desa,(RKPDesa) lalu dimuat dalam dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) tiap tahun.

Untuk tahun 2012, semua desa dan kelurahan di Bombana, sudah mampu menyusun sejumlah dokumen tersebut berkat bimbingan tim manajemen Gembira Kabupaten yang didukung oleh tim manajemen PNPM Mandiri di Bombana.

“Ini merupakan prasyarat yang harus dipenuhi pemerintah desa, sebelum pengucuran dana Gembira,”kata Sainuddin, Ketua Tim Manajeman Program Gembira Kabupaten Bombana, pada wartawan.

Total dana Gembira desa yang dikucurkan tiap tahun sebesar 350 juta kata Sainuddin, diperuntukan bagi tiga komponen pembiayaan. Yakni, 100 juta untuk operasional program, 75 juta untuk program pemberdayaan ekonomi,dan 175 juta untuk program pembangunan fisik di desa.

Pada acara penyerahan dana awal Gembira yang dirangkaikan dalam upacara perayaan kesadaran nasional ini, mendapat apresiasi dari para kepala desa.

“Bupati sudah memperlihatkan komitmennya, dan saya sangat puas,”kata Kepala Desa Tapuhaka, Kecamatan Kabaena Timur, Abdul Hamid, seusai menerima dana awal Gembira sebesar 25 juta rupiah.

Abdul Hamid mengaku, dana awal yang diterimanya itu, akan digunakan untuk honor-honor aparat desa termasuk fasilitator desa dan imam masjid. Selebihnya, untuk operasional kegiatan dan belanja ATK.

Kepala Desa Balasari Kecamatan Poleang Barat, Ambololo, juga begitu. Dan Ia mengaku bangga dengan pengucuran dana awal program Gembira tersebut.

“Yang lalu-lalu, belum ada program seperti ini. Dan mudah-mudahan ini tetap berjalan sesuai harapan,”kata Ambololo.

Sebelumnya, Tim Ahli Bupati bidang perencanaan Ir Sukamto mengatakan, program Gembira desa akan menjadi laboratorium dalam mendorong pemberdayaan masyarakat.

Selain komitmen riil pemerintah, Gembira desa juga memiliki visi untuk penguatan pemerintahan di desa dalam mendorong pemberdayaan dan meningkatkan pelayanan.

“Harapan kedepan, desa itu tidak lagi dilihat sebagai unit geografis dan pemukiman. Tapi desa harus bergeser menjadi unit produksi untuk kemajuan daerah,”ujar Sukamto.

Terpisah, Anggota DPRD Bombana, Laode Usman Sandiri juga sangat mengapresiasi program Gembira tersebut. Namun, Politisi Gerindra Bombana ini mengingatkan pada semua kepala desa agar dapat mengelola dana tersebut secara tepat guna, dan berbasis pada kesejahteraan masyarakat.***

Sumber Data : Kendari Ekspres/Kasmilahi

Komentar