MASYARAKAT TEPPO KELUHKAN TANGGUL LASIRANTANG

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kurang kokohnya tanggul lasirantang yang ada di kecamatan Poleang Timur untuk menahan debit air sungai membuat masyarakat Desa Teppo, khususnya warga yang bermukim di sekitar sungai selalu di hantui perasaan was-was kalau hujan lebat kembali terjadi seperti beberapa saat lalu dimana hal tersebut menyebabkan rumah dan Tambak masyarakat sempat terendam banjir.

Menurut camat Poleang Timur Sumarni S yang di temui beberapa saat lalu menuturkan, tanggul yang dulunya setinggi di atas tujuh meter yang pernah dibangun oleh Pemprov saat ini tersisa lurang dari satu meter, sehingga hal itu sudah sangat rawan apalagi saat ini tanggul atau bronjong tersebut sudah tidak bisa menampung debit air.

” Bronjong ini sudah sangat memprihatikan karena sangat dekat dengan pemukiman warga ” tutur Sumarni

Labih lanjut kata Sumarni, bronjong yang sudah dua kali di bangun oleh pemprov tersebut hanya mampu bertahan selama satu tahun yang pada awal pembangunannya memiliki tinggi sekitar tujuh meter, namun entah mengapa tukas Sumarni bronjong tersebut runtuh pada tahun 2002 lalu dan hingga saat ini belum di perbaiki lagi.

“Saat ini kami sudah ajukan proposal ke Balai Sulawesi IV agar hal segera di kerjakan kembali ” terangnya.

Kekuatiran satu – satunya camat Perempuan di bombana ini sangat beralasan, pasalnya selain warga yang bermukim di sekitar sungai tersebut lebih kurang seratus jiwa, jalan yang berada di dekat sungai tersebut arahnya menuju Sekolah Dasar Swasta Teppo di kuatirkan akan terputus terkikis air jika bronjong tersebut tidak segera di benahi.

” Kalau kondisinya saat ini harus di bangun diatas 10 meter karena di sesuaikan dengan tebing yang berada di pinggir kali ” kata Sumarni

” Kita juga akan mengusulkan di Musrembang agar bronjong atau tanggul ini di jadikan salah satu rencana prioritas” harapnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *