TATA PEMBANGUNAN MENGUNAKAN ALOKASI DANA GEMBIRA

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Rumbia. Rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana dalam menyelaraskan pembangunan di Desa dan di perkotaan secara garis besar bisa dikatakan sudah terlaksana dengan baik, menjamurnya pembangunan sarana infrastruktur yang di barengi pemberian insentif bagi pelayan desa saat ini telah banyak membawa kemajuan bagi desa, terutama bagi desa yang jaraknya cukup jauh dari Ibukota Kabupaten seperti halnya Desa Toli-Toli di Kecamatan Mataoleo.

Jika merujuk beberapa tahun belakangan ini dibandingkan dengan sekarang, kondisi Desa yang di diami lebih kurang 600 jiwa ini secara keseluruhan telah banyak mengalami kemajuan, salah satunya yang bisa dilihat secara nyata yakni pembangunan Masjid yang letaknya persis di tengah Desa tersebut.

Pelaksana Kepala Desa Toli – Toli. Tasmin Saat di jumpai di kantonya pekan lalu menuturkan, alokasi Dana Gembira Desa memang telah banyak merubah wajah Desa Toli- Toli sejak beberapa tahun belakangan ini, namun secara gamblang dirinya enggan menjelaskan lebih detail apa saja yang menjadi fokus Pemerintah Desa saat ini sebab dirinya baru lebih kurang 6 belan menjabat selakua Pelaksana Kepala Desa.

” Saya hanya bisa menjelaskan pembangunan saat saya menjabat selaku pelaksana, namun secara garis besar harus di akui banyak perubahan yang terjadi di desa ini saat masih di pimpin Kepala Desa lama, salah satunya kantor desa yang saat ini sudah jauh lebih bagus dibanding era pemerintahan Sebelum Tamasya ” papar Tasmin.

Dirinya mengakui, saat ini alokasi dana Gembira Desa lebih banyak di fokuskan ke pembangunan infrastruktur fisik, seperti pembangunan Masjid Toli-Toli yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan, pembangunan Drainase sepanjang 140 Meter serta bantuan Bedah Rumah.

” Saat ini sudah ada beberapa rumah yang kami bantu perbaikannya, memang belum semua rumah yang masuk dalam agenda bisa di kerjakan karena secara keseluruhan Dana ini belum cair karena masih dalam tahun berjalan ” kata Tasmin.

” Kami menargetkan akhir tahun ini semua bisa rampung, apalagi dananya juga ada dan wajib disalurkan kemasyarakat, yang pasti saya tetap akan memfokuskan ke pembangunan sarana fisik yang memang sangat mendesak untuk di adakan saat ini seperti perampungan masjid serta perbaikan rumah warga ” tambahnya.

Lebih lanjut,    Tasmin menuturkan selain pembangunan fisik, alokasi dana gembira desa tersebut juga disalurkan ke berbagai pihak  seperti Iman Desa yang tiap Bulannya menerima honor, begitu pula dengan Dukun Besalin dan aparatur Desa yang lain.

” Yang pasti pada prinsipnya  saya ini melaksanakan sesuai yang ada dalam Petunjuk Tehnik Operasional ( PTO) gembira ” pungkasnya.

Terpisah, salah seorang Kepala Dusun di desa tersebut Basran mengaku bahwa sejak adanya
Honor dari pemerintah Desa, hal tersebut sudah bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari – harinya, bahkan basran  juga mengakui pada awalnya dirinya sempat menolak honor tersebut, pasalnya sejak menjadi Kepala Dusun di Desa tersebut, dirinya belum pernah mendapat honor, sehingga diapun merasa kaget, namun setelah dijelaskan barulah dirinya paham akan asal honor tersebut.

” Saya bingung betul waktu itu, kenapa tiba – tiba di suruh tanda tangan terus di kasi uang, kenapa bukan dari dulu seperti ini, nanti pi Bupati sekarang ( H. Tafdil ) baru kita di kasikan honor ” kata Basran sambil tersenyum.

Begitu pula dengan Wateari yang berprofesi sebagai dukun bersalin di Desa Toli- Toli, wanita yang lanjut usia ini menceritakan bahwa sejak dirinya menjadi dukun bersalin di desanya, dirinya terkadang hanya menerima upah dari orang yang melahirkan, bahkan terkadang dirinya tidak mendapatkan upah sama sekali.

” Ini mungkin yang di bilang orang kalau kita bekerja ikhlas pasti kita dapat juga hasilnya, siapa mau kasi kita uang 250 tiap bulan na bukan uang sedikit itu ” ujar Wateari dalam dialek khasnya.

Senada dengan Wateari, Fitri yang menerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni melalui alokasi anggaran Gembira Desa mengaku sangat senang dengan bantuan ini, bukan tanpa sebab wanita yang satu mengungkapkan hal tersebut, pasalnya selain rumahnya yang jika hujan tiba, maka dipastikan akan masuk di seluruh sudut rumah karena atap yang di gunakan sudah tidak layak lagi, mahalnya harga seng juga menjadi salah satu faktor utama sehingga dirinya merasa kesulitan untuk membenahi rumahnya.

” Sekarang sudah bagus. Karena kalau hujan tiba kami sekeluarga sudah bisa tidur nyenyak karena sudah terlindung dari air hujan, makanya saya berharap supaya proram ini terus dilanjutkan karena saya sendiri sangat merasakan manfaatnya ” kata fitri. ( Nia )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *