WAJAH DESA WATUMENTADE BERUBAH TOTAL

SHARE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sebagian orang mungkin masih asing jika mendengar nama daerah ini, hal tersebut cukup beralasan karena pada awalnya desa ini hanya merupakan bagian terkecil dari Desa Lantowua  sebelum mekar di tahun 2007 silam.


Setelah di defenitifkan tahun 2008, Desa Watumentade hanya berpenduduk 433 jiwa dan di pimpin seorang Kepala Desa bernama Saini R hingga sekarang, namun seiring waktu, populasi jumlah penduduk Desa Watumentade mengalami peningkatan, dari data yang diperoleh, saat ini jumlah penduduk di Desa yang luasnya hanya 4000 Km2 sudah mencapai 538 Jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga yang terdata sebanyak 151 KK.

Desa yang cukup asri ini secara geografis memiliki batas wilayah Utara Berbatasan    Dengan     Desa  Hukaea, Sebelah Timur berbatasan    Dengan  Selat  Tiworo, Sebelah Selatan berbatasan Dengan Desa  Lantowua dan Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Ladumpi, bisa dikatakan desa ini masih  dalam tahap pembangunan, namun dari perkembangannya sejak memisahkan  diri dari Desa Lantawua telah banyak kemajuan yang diraih Desa yang mayoritas penduduknya berpenghasilan sebagai Nelayan tambak dengan luasan area di perkirakan 211 Ha.

Secara garis besar Desa watumentade cukup dekat dengan pusat Pemerintah kabupaten hanya berjarak 14 Km yang  Cukup ditempuh selama 25 menit perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor, kita sudah bisa sampai di Desa yang di huni berbagai macam etnis seperti Moronene, bugis, makassar dan mandar serta keberagaman budaya didalamnya.

Masuknya berbagai macam program yang sementara ini digalakkan Pemerintah Daerah seperti Program PKK telah merubah wajah Desa Watumentade, apalagi dengan adanya program gembira Desa di Desa Watumentade secara drastis perubahan – perubahan dari infstruktur di desa tersebut harus di  akui telah membawa kebanggaan tersendiri bagi masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut.

Betapa tidak, walaupun tergolong daerah yang masih baru mekar di banding daerah lainnya, Desa Watumentade dari segi prasarana infrastruktur kemajuan yang dicapai lebih cepat di banding desa – desa di kecamatan Rarowatu Utara dan hal ini telah di akui banyak pihak.

Kepala  Desa Watumentade  Saini R saat di temui beberapa saat lalu menuturkan  untuk  merubah     suatu desa seperti watumentade, tidak cukup hanya dengan bantuan yang ada dari pemerintah semata, karena yang paling penting menurutnya harus ada sinergis Program tersebut dengan keinginan masyarakat untuk merubah daerah, ditambah kesungguhan seorang pemimpinan untuk merubah daerahnya,  sehingga  dengan  strategi tersebut, Desa yang dipimpinnya       sejak masih   menjabat selaku   Pejabat Kepala Desa tahun 2007 sudah terlihat  mengalami kemajuan.

Apa yang diutarakan Saini memang cukup beralasan,  dari data yang diperoleh sejak menerima bantuan dana Program Gembira  tahun  2012  lalu,  perubahan infrastuktur dan bantuan kepada masyarakat memang sangat terasa, di tahun 2012 saja, dari alokasi anggaran program tersebut, Pembangunan Rumah Tidak layak huni, bantuan Bibit, pembangunan MCK, pembangunan sarana  air  bersih,  dan  pembenahan lain telah dilakukan aparatur pemerintah Desa Watumentade.

Bahkan ditahun ini saja, dari penuturan Kepala Desa Watumentade, melalui program gembira Desa, dirinya sudah menyalurkan alokasi anggaran  tersebut  kemasyarakat melalui program pengadaan perahu, pembangunan rumah ( bedah Rumah) dan bibit tambak, namun dirinya juga tidak memungkiri sebagian dari alokasi anggaran Gembira Desa tahun ini juga di peruntukkan pembangunan saran kantor Desa, seperti seperti pengadaan meteran Listrik, laptop, Printer dan sarana lainnya. Saat    ditanyai    mengenai kemajuan  yang  cukup  pesat yang dialami Desa Watumentade,  Saini  R  yang  sudah memimpin watumentade selama 6 tahun, hanya men-jelaskan  bahwa dibutuhkan yang sebenarnya  pastisipasi semua pihak, alasannya    menurut saini        dengan kucuran dana dari pemerintah kabupaten melalui program gembira yang begitu besar, akan lebih bermanfaat jika anggaran itu disertai keinginan kuat masyarakat desa untuk  maju. “ saya hanya ingin membangun daerah ini agar bisa lebih baik dari sebelum- nya” tutur Saini ketika menemui tim Warta Gembira.

Dengan berbagai macam bantuan dari pemerintah di sertai tata kelolah keuangan yang akuntabel dari aparatur pemerintah, bukan tidak mungkin Desa yang awalnya hanya merupakan salah satu bagian dari Desa lantowua, akan lebih maju di banding desa yang ada di Kecamatan Rarowatu Utara.

Askar yang ketua BPD Desa WatuMentade menjelaskan hal yang sama, menurut askar sampai saat ini program Gembira Desa yang sedang berjalan di Desa Watu Mentade masih berjalan sesuai harapan masyarakat, hal tersebut dipastikan dengan keterbukaan yang dilakukan Kepala Desa dalam mengelolah keuangan program tersebut.

“ secara pribadi kami sangat mendukung program ini karena telah memberikan harapan yang jelas dengan pembangunan di desa – desa “ kata Askar

Tahun 2014 mendatang, Saini sudah merencanakan untuk membangun pasar di Desa Watumentade, pasalnya menurut Saini masyarakat dari 5 Desa yang ada di Rarowatu Utara jika ingin berbelanja  kebutuhan pokok harus ke SP 2  Kecamatan  Lantary  jaya,  dari kerisauan  itu  dirinya  pun  berharap agar hal ini mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah. “ Pembangunan pasar sementara ini  kami  sementara  bahas  dengan masyarakat,  sedangkan  untuk  lahannya kami sendiri sudah sediakan sebanyak 1 hektar  di wilayah Watumentade “ kata Saini. ( Her ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *